Kamis, September 9

Bupati Sujadi Akui Visi & Misi Dua Periodenya Berunsur Syari'ah

Bupati Sujadi Akui Visi & Misi Dua Periodenya Berunsur Syari'ah

Keterangan foto: Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam Webinar bertajuk 'Bisnis Ekonomi Syari'ah'. (sumber: Humas Prokompim Pemkab Pringsewu)


Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Sebuah webinar bertajuk 'Bisnis Ekonomi Syari'ah' digelar Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Kamis (9/9/2021). Webinar yang dibuka secara virtual oleh Bupati Pringsewu dari Ruang Video Conference Pemkab Pringsewu, menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Wabup Pringsewu Dr.Fauzi, Luqman Hakim serta sejumlah Akademisi dan praktisi Ekonomi Syari'ah, dengan jumlah peserta tercatat 278 orang.

Bupati Pringsewu Sujadi mengatakan pada visi dan misi kepemimpinannya baik periode pertama dan kedua, terdapat unsur Syari'ah. Pada periode pertama visinya adalah Pringsewu Unggul, Dinamis dan Agamis. Kemudian pada periode kedua, adalah Berdaya saing, Harmonis dan Sejahtera (Bersahaja). "Jika pada awalnya yang berkaitan dengan Syari'ah terdapat kata Agamis. Pada periode berikutnya, makna Agamis ini dikaitkan dengan kata Sejahtera. Kita semua harus berikhtiar untuk dapat mewujudkannya", ujarnya.

Masalah Ekonomi Syari'ah' ini, kata Bupati pernah ia sampaikan juga kepada Wakil Presiden KH.Ma'ruf Amin saat kunjungan ke Pringsewu beberapa waktu lalu. "Setelah di Pringsewu terdapat Bank Syari'ah', berikutnya jika memungkinkan yaitu adanya Pasar Syari'ah. Dan, barangkali nantinya juga ada Hotel Syari'ah dan lain sebagainya. Kemudian apakah memungkinkan jika BUMD nantinya juga dijalankan secara Syari'ah, termasuk adanya Wisata Syari'ah di Kabupaten Pringsewu", katanya.

Namun demikian, Bupati Pringsewu juga mengingatkan bahwa penerapan sistem Syari'ah tidak akan berjalan jika individu-individu muslimnya tidak paham dengan makna Syari'ah itu sendiri. Maka dari itu, pentingnya ber-tholabul ilmi. "Syari'ah pada dasarnya adalah penguatan terhadap agama itu sendiri dan bukan malah untuk bercerai berai", tandasnya.

Wabup Pringsewu Dr.Fauzi, dari kediamannya, mengatakan dalam berbisnis haruslah ada kejelasan. Karena bisnis sesuai artinya adalah mengelola harta benda guna memperoleh keuntungan. "Konsep bisnis Syari'ah saat ini telah menjadi unggulan dan menjadi pilihan", katanya.

Bahkan, kata Dr.Fauzi, konsep itu juga sudah mulai dipikirkan dan dilakukan oleh mereka yang non-muslim. "Dalam setiap barang dan makanan yang dijual misalnya, terdapat label Halal. Itu juga salah satu contoh dari konsep Syari'ah. Perlu diingat bahwa Ekonomi Syari'ah itu bukan hanya perbankan, tetapi juga yang lainnya. Perlu dicatat bahwa Islam tidak melarang Bank, yang dilarang adalah Riba", katanya.

Dr.Fauzi juga menandaskan bahwa Ekonomi Syari'ah ini akan dapat terwujud, manakala ada keterlibatan dan dukungan semua pihak serta segenap potensi yang ada. (Red)

Rabu, September 8

Kunjungan Kedua di Pringsewu, Menteri Koperasi & UMKM Agendakan ke Pusat Oleh-oleh

Kunjungan Kedua di Pringsewu, Menteri Koperasi & UMKM Agendakan ke Pusat Oleh-oleh

Keterangan foto: Bupati Pringsewu Hi. Sujadi sambut Kunker Menteri Koperasi dan UMKM RI Drs. Teten Masduki bersama Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi. (sumber: Humas Prokompim Pemkab Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Setelah beberapa hari yang lalu Presiden RI Joko Widodo hadir melakukan kunjungan kerja di Provinsi Lampung sekaligus meresmikan bendungan Way Sekampung, kini Menteri Koperasi dan UMKM RI Drs.Teten Masduki juga mendatangi Kabupaten Pringsewu untuk kedua kalinya. Kali ini Teten Masduki meninjau pusat oleh-oleh Pringsewu yaitu UMKM Rafin's Snack yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Pringsewu Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Rabu (8/9/2021).

Menteri Koperasi dan UMKM RI juga hadir didampingi sejumlah Deputi, Gubernur Lampung Ir.Arinal Djunaidi, Bupati Pringsewu H.Sujadi, Anggota DPRD Pringsewu Maulana M.Lahudin, beserta jajaran pejabat Pemprov dan Pemkab juga Forkopimda Provinsi Lampung dan Forkopimda Kabupaten Pringsewu.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM bersama Gubernur dan Bupati berkesempatan untuk melihat lebih dekat produk-produk Rafin's yang terbuat dari bahan baku kulit ikan patin dan lainya. Mulai dari proses produksi, pengemasan, sampai penjelasan proses pemasarannya.

Teten Masduki mengaku kagum dan menyambut baik produk Rafin's yang ada di Pringsewu. Teten juga menawarkan untuk lebih menyebarluaskan produknya, Rafin's dapat masuk ke bandara dan mengisi sajian camilan di pesawat Garuda Indonesia. Menteri juga mengarahkan agar pemasarannya lebih dikembangan lagi dengan masuk ke toko-toko besar atau mall, "Ini merupakan bentuk kreatifitas anak muda di Pringsewu sekaligus keberadaannya bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya," katanya.

Teten meminta agar adanya keterjaminan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses pembuatan produk. Pihaknya mengaku siap membantu mengenalkan produk tersebut lebih luas, diantaranya melalui bandara-bandara dan maskapai Garuda Indonesia.

Sementara Bupati Pringsewu H.Sujadi mengaku senang dan bangga meskipun Pringsewu tidak memiliki sumber daya alam berupa laut namun memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan sebagaimana Rafin's Snack yang dimiliki oleh anak muda Pringsewu. Bupati berharap Rafin's Snack dapat menjadi produk makanan ringan kebanggaan Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, dan bahkan Indonesia pada umumnya.

Pada kesempatan yang sama Owner Rafin's Snack juga mengungkapkan kebanggaannya serta rasa terimakasih kepada Menteri Koperasi dan UMKM karena produk-produk snack yg dihasilkannya ini akan dibantu pemasarannya secara lebih luas, bukan hanya di Indonesia saja bahkan sampai mancanegara. Beberapa negara diantaranya yang sudah masuk sebagai tujuan pemasaran Rafin's Snack adalah Singapura, Tiongkok, dan Mesir. Dijelaskan pula olehnya Ownner bahwa produk Rafin's terdiri dari 6 (enam) produk yang masing-masing terdiri dari 2 (dua) rasa, totalnya terdapat 12 produk dan sudah bersertifikasi BPOM. (Red)

Pengerjaan Ruas Maja - Kalimiring Terkesan Asal-asalan, Anggota DPRD Lampung Ragukan Hasil Kualitas Jalan

Pengerjaan Ruas Maja - Kalimiring Terkesan Asal-asalan, Anggota DPRD Lampung Ragukan Hasil Kualitas Jalan

Tanggamus, www.lamoungheadlines.com - Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S,Ag.MM, menyoroti proses pengerjaan pembangunan jalan, yang dilaksanakan oleh Pemkab Tanggamus, yakni ruas jalan menuju Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, di duga pengerjaannya dilakukan asal-asalan, serta kualitas jalan tersebut sangat diragukan mutunya.



Hal ini disampaikan Anggota DPRD dari Fraksi PKB tersebut, ketika hendak akan mengunjungi masyarakat Pekon Kalimiring, menurutnya proses pengerjaan pembangunan Pemeliharaan ruas Jalan Maja - Kalimiring Kota Agung Barat, dengan alokasi dana anggaran kurang lebih senilai Rp.3,7 Milyar dikerjakan CV. Raden Galuh, dugaan pengerjaan dilakukan asal-asalan.


Menurutnya, jika alasannya pengerjaan jalan tersebut belum sepenuhnya di rampungkan oleh pihak rekanan, mengapa proses pekerjaannya tak dilakukan di titik awal/nol, kesan yang di perlihatkan sangat semberawut alias acak-acakan, padahal dana yang digunakan sangat besar. 


" Saya tanya ke pekerja siapa penanggungjawab pekerjaan, mereka bilang tak tahu, ini saya rasa sedikit aneh, saya tadi turun ke lapangan bersama kawan dari anggota DPRD Tanggamus, dengan melihat pengerjaan jalan yang dilakukan, saya sangat meragukan hasil kualitas pembangunannya, coba kita lihat nantinya baru sebentar saja jalan itu pasti sudah mengalami kerusakan lagi,''Ungkap Anggota DPRD Lampung ini.


Masih kata Azuwansyah, ditambah lokasi pembangunan yang jauh dari pantauan dan pengawasan, lalu pengerjaannya pun dilakukan dengan sesuka hati demi meraup keuntungan besar, hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat, khususnya Pekon Kalimiring, Payung, Maja dan sekitarnya di Kota Agung Barat. Serta

Masyarakat dalam hal ini mempunyai hak untuk mengawasi setiap pembangunan, sebab anggaran dana yang digunakan juga berasal dari pajak masyarakat. 


" Masyarakat jangan hanya berdiam diri apabila melihat ada pembangunan semacam ini, sampaikan kepada pihak proyek itu agar di buat bagus kualitas jalannya, jangan sampai baru sebentar dibangun hanya terkena angin dan hujan sudah hancur jalannya, sebab jalan ini selain hendak menuju Pekon Kalimiring, juga merupakan lalu lalang mobil truk ketika mengangkut hasil pertanian, serta mobil pembawa sampah menuju ke TPA,"Ucap Azuwansyah.


Sementara itu Anggota DPRD Tanggamus Helmi, menyampaikan selaku putar daerah yang berasal dari Kota Agung Barat, ia mangku cukup menyayangkan bahkan ia mempertanyakan, apa kinerja dinas PUPR Tanggamus selaku selaku pengawasan, ditambah pada saat dilokasi pembangunan jalan hanya ada pekerja tanpa ada pendampingan dari dinas terkait dan sebagainya.


" Saya akan berkordinasi dengan kawan-kawan DPRD terkait ruas jalan ini, apakah sudah sesuai dengan RAB pengerjaannya, sampai dengan bahan material yang digunakan, pastinya pihak PUPR harus bertanggung jawab apabila kualitas dari jalan ini buruk dan tidak bermutu,"Tandas Helmi.(Rudi)

Tilap' DD Rp.200 Jutaan, Mantan PJ Kakon Kesugihan Dituntut Kembalikan Kerugian Negara

Tilap' DD Rp.200 Jutaan, Mantan PJ Kakon Kesugihan Dituntut Kembalikan Kerugian Negara



Tanggamus, www lampungheadlines.com - Inspektorat kabupaten Tanggamus menyatakan telah menyelesaikan proses audit penghitungan jumlah kerugian negara, yang dilakukan oleh mantan pejabat (PJ) Kepala Pekon Kesugihan, Kecamatan Kota Agung Barat Andi Saputra ketika pada saat mengelola Anggaran Dana Desa (DD) Pekon Kesugihan. Selasa, 07/09/2021.


Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Inspektorat Tanggamus Gustam Apriansyah diruang kerjanya, tahapan lanjutan dari proses audit penghitungan nilai kerugian negara terkait kasus yang menjerat mantan PJ Pekon Kesugihan baru selesai dilaksanakan. Selain dana desa yang dibawa mantan PJ usai pencairan di Bank Lampung Tahun 2020 kemarin, ada hak-hak atau gaji aparatur Pekon setempat yang kewajibannya belum dibayarkan oleh mantan PJ pada saat itu, sebab pasca pencairan dana tahap II mantan PJ   Andi Saputra turut menghilang bersama dengan dana desa tersebut.


" Kerugian Negara yang dilakukan oleh Andi Saputra ketika menjabat sebagai PJ Pekon Kesugihan Andi Saputra pada saat itu, nominalnya berjumlah lebih dari Rp.200 jutaan dan ini sudah baku (Final), tahapan selanjutnya berdasarkan hasil laporan pemeriksaan kita akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada pihak kecamatan Kota Agung Barat untuk disampaikan kepada yang bersangkutan (Andi Saputra),"Jelas Gustam.


Lanjutnya, setelah surat rekomendasi diterima oleh mantan PJ tersebut, dan terhitung sejak tanggal setelah menerima surat rekomendasi dari inspektorat melalui Kecamatan Kota Agung Barat, mantan PJ Pekon Kesugihan harus segera melakukan pengembalian kerugian negara berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya.


" Terhitung sejak tanggal diterima surat rekomendasi yang kita kirim, mantan PJ Pekon Kesugihan mempunyai batas waktu yang telah di tetapkan yakni 60 hari kerja, dan harus mengembalikan uang sesuai nilai kerugian negara yang telah dia lakukan,"Tegasnya.


Kemudian, apabila dengan tenggat waktu 60 hari kerja yang telah diberikan dan yang bersangkutan tak jua mengembalikan dana yang telah merugikan negara, maka APH dalam hal ini telah memiliki hak untuk bisa melaporkan atau masuk tahapan penyelidikan. Hal itu urung dilakukan jika mantan PJ Pekon berpikir lebih jernih, sebab yang bersangkutan merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Tanggamus, namun ia pun bakal terkena sanksi indisipliner, karena tak pernah lagi masuk kantor.


" Kewenangannya bukan lagi tentang pembinaan, tetapi sudah ke ranah penindakan dalam hal ini akan masuk proses hukum. Insaallah secepatnya dalam 1-2 hari ini surat akan segera kita kirimkan melalui pihak Kecamatan Kota Agung Barat, supaya disampaikan kepada yang bersangkutan agar segera di tindak lanjuti,"Tutup Gustam.(Rudi)

Bupati Tanggamus Dewi Handajani Buka Pencanangan Gemes Lansia, Turut Serahkan Bantuan Tali Asih

Bupati Tanggamus Dewi Handajani Buka Pencanangan Gemes Lansia, Turut Serahkan Bantuan Tali Asih

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus terus berupaya meningkatkan kepeduliannya terhadap para warga lanjut usia (Lansia), agar tetap selalu sehat ketika menuju usia senja, baik secara fisik maupun psikologis, hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan angka harapan hidup para Lansia di kabupaten yang berjuluk Bumi Begawi Jejama ini. Selasa, 07/09/2021.


Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, ketika menghadiri kegiatan Pencanangan Gemes Lansia (Gerakan Memeriksa Kesehatan Lansia) di Kabupaten Tanggamus, yang dilaksanakan bertempat di Puskesmas Talang Padang. 


Hadir mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat, Camat Talang Padang Agustam Hamid, Kepala UPT Puskesmas Talang Padang dr. Eka Priyanto. Kemudian kegiatan ini juga diikuti secara virtual meeting oleh Sekdakab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, Asisten Bidang Ekbang Sukisno, para Kepala OPD, serta Camat dan Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Tanggamus.


Bupati Dewi Handajani, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam memfasilitasi lansia agar selalu sehat, baik secara fisik maupun psikologis, dalam rangka meningkatkan angka harapan hidup para Lansia di Kabupaten Tanggamus.


"Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik, memberikan manfaat dan menjadi upaya kita bersama, agar bagaimana caranya ini menjadi program yang berkesinambungan dan bermanfaat, serta bisa dirasakan oleh masyarakat, terkhusus bagi para lansia," Jelas Bupati Tanggamus.


Ditambahkan Bupati, bahwa melalui program tersebut, diharapkan agar lansia yang memiliki penyakit yang serius dan kronis, seperti, hipertensi, diabetes, jantung, kolesterol, maka dapat terpantau dan dapat segera dilakukan penanganan oleh pihak medis.


Sementara Kepala Dinas Kesehatan, menerangkan bahwa pendampingan lansia dilakukan seumur hidup terhadap lansia. Berupa pemberian fasilitas pelayanan kesehatan secara home care, ataupun ke fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Tanggamus.


" Kedepan pihak Diskes Tanggamus akan bekerjasama dengan Pemerintah Pekon dalam pendampingan terhadap lansia, yang nantinya turut melibatkan kader kesehatan, keluarga dan tokoh masyarakat, sehingga program ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya para lansia,"Tandas Taufik.


Bupati Tanggamus Dewi Handajani dalam kesempatan ini, turut memberikan tali asih kepada para lansia yang hadir di kegiatan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke rumah tiga orang lansia di Pekon Sukanegeri Jaya Kecamatan Talang Padang, yang sudah dalam kondisi kesehatannya terganggu, seperti salah satunya tidak dapat berjalan, yakni Ibu Partini, Ibu Husna dan Bapak Musamman.(Rudi)

Selasa, September 7

Warga 'Ngeluh' TPA Kalimiring Ke DPRD Lampung, Bertahun-Tahun Bawa Penyakit, Pemda Minim Perhatian. Azuwansyah: Saya Perjuangkan Hak Mereka!

Warga 'Ngeluh' TPA Kalimiring Ke DPRD Lampung, Bertahun-Tahun Bawa Penyakit, Pemda Minim Perhatian. Azuwansyah: Saya Perjuangkan Hak Mereka!

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Keberadaan dan aktifitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalimiring  di Kecamatan Kotaagung barat dikeluhkan masyarakat, selama bertahun-tahun warga merasakan dampak mulai dari, bau sampah yang menyengat, belum lagi lalat, curut,  nyamuk bahkan aliran sungai pun ikut tercemar sehingga tak bisa lagi dimanfaatkan oleh masyarakat Pekon Kalimiring dan sekitarnya. Selasa, 07/09/2021.

Sebab, dampak penyakit bagi kesehatan warga yang ditimbulkan TPA Kalimiring, tak dibarengi dengan perhatian khusus dan kompensasi bagi masyarakat sekitar TPA dari Pemerintah Daerah Tanggamus, melalui dinas terkait.


Hal ini disampaikan langsung masyarakat Pekon Kalimiring di hadapan Anggota DPRD Provinsi Lampung dapil IV Azuwansyah,S,Ag,MM, dari fraksi PKB ketika hadir melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi warga, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pekon Kalimiring Kecamatan Kota Agung Barat.


Azuwansyah pun sedikit tertegun mendengar keluhan dari masyarakat tersebut, ia pun langsung meminta kepada Pemerintah Pekon dan masyarakat Kalimiring membuat surat yang ditujukan ke Pemprov dan DPRD  Lampung, surat aduan warga ini akan menjadi dasar sebagai pegangannya. Keluhan yang selama ini dirasakan warga sekitar TPA Kalimiring, merupakan masukan sekaligus cambuk baginya untuk memperjuangkan hak-hak milik masyarakat.


" Seharusnya memang ada kompensasi yang diberikan untuk masyarakat, bukan hanya itu saja pihak dinas terkait harus rutin melakukan penyemprotan guna menghilangkan bau menyengat, binatang nyamuk, lalat dan curut/tikus itu sangat berbahaya serta membawa penyakit. Masukan ini sangat berarti bagi kami, saya akan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD Lampung   dan DPRD Tanggamus, saya tunggu surat aduan secara resminya dari masyarakat,"Tegas legislator dari PKB tersebut.


Menurut salah seorang warga setempat, mereka mempertanyakan kompensasi dari dampak penyakit yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitar TPA Kalimiring, seperti Pekon Kalimiring dan Dusun Ciawi Pekon Kanyangan, khususnya perhatian Pemerintah Daerah. Dampak penyakit tentunya mengancam kesehatan warga, belum lagi jika aktifitas berlangsung, seperti lalat, bau aroma tak sedap merebak ke pemukiman penduduk.


" Masyarakat yang berada radius 500 meter terkena dampaknya, tentunya mengganggu kesehatan warga, udara iku tercemar bahkan, air sungai Way Awi tak bisa lagi di gunakan masyarakat. Bertahun-tahun kami merasakan dampak dari TPA Kalimiring, apa manfaatnya bagi warga, adakah kompensasi dari pemerintah, Pemkab tak pernah hadir kesini, hanya penyakit yang datang,"Jelas warga.


Sementara itu, menurut Kakon Kalimiring Tanzili Yusuf selaku pimpinan masyarakat, selalu berupaya menanggapi keluhan warganya, pihaknya telah berkali-kali melakukan audensi dengan dinas Lingkungan Hidup, agar supaya sampah tidak tercemar dan berdampak ke masyarakat, berkat aspirasi warga kini  telah dibuat penampungan baru, kemudian sampah telah ditimbun dengan tanah. Namun permasalahan ini tetap panjang dan tak ada habisnya, karena sampah terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga warga tak merasa nyaman, salah satu contohnya apabila sedang ada aktifitas TPA yang tengah mengurai sampah secara otomatis baunya menguap melalui udara, dan sampai ke pemukiman penduduk, belum lagi lalat, nyamuk hingga tikus/curut.


" Pihak Pekon sering kali audensi dengan dinas LH, TPA Kalimiring terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, saya berharap ada langkah-langkah dari pemerintah daerah untuk menanggapi keluhan masyarakat, dari banyaknya binatang pembawa penyakit dari sampah busuk di TPA Kalimiring. Jangan sampai ada timbul gejolak di masyarakat serta terjadi hal yang tak kita inginkan kedepannya. Selaku kakon masalah TPA  tidak akan tinggal diam. Sekiranya anggota DPRD Lampung Pak Azuwansyah dan DPRD Tanggamus bisa membantu memberikan solusi bagi masyarakat disini,"Pungkasnya.


Dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S,Ag. MM, di dampingi Anggota DPRD Tanggamus dari fraksi PKB Helmi, melaksanakan Reses dan kunjungan silahturahmi sekaligus menyerap aspirasi terkait keluhan dari masyarakat Pekon Kalimiring, khususnya ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang sedang dibangun secara gotong royong oleh warga Pekon Kalimiring.


Legislator dari PKB ini pun turut menyerahkan bantuan dana bagi Pembangunan Ponpes dan sembako berupa beras untuk anak-anak santri di Ponpes Miftahul Ulum. Serta berjanji akan berupaya membantu Ponpes agar kedepan dapat maju dan berkembang, sebab kini sudah ada undang-undang tentang Ponpes sehingga Pemerintah wajib membantu, sebab menurut Azuwan terlebih ponpes Miftahul ulum Pekon Kalimiring sangat besar manfaatnya, selain untuk santri ponpes, juga sering digunakan oleh masyarakat pekon untuk acara pengajian maupun kegiatan keagamaan. (RUDI)

Masalah Sanitasi Kabupaten Pringsewu Butuh Strategi

Masalah Sanitasi Kabupaten Pringsewu Butuh Strategi

Keterangan foto: Wabup Fauzi beri arahan dalam rapat Persiapan Verifikasi STBM Award Kabupaten Pringsewu. (sumber: Humas Prokompim Pemkab Pringsewu)


Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi menghadiri kegiatan rapat dalam rangka Persiapan Verifikasi STBM Award Kabupaten Pringsewu yang merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, bertempat di Aula Hotel Regency Pringsewu, Selasa (7/9/2021).

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala OPD Kabupaten Pringsewu, Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Pringsewu, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Pringsewu, perwakilan Ketua TP-PKK Pringsewu, Ketua Jamban Sewu, serta sejumlah peserta lainnya.

Fauzi dalam arahannya mengatakan, "Permasalahan sanitasi bukan hanya sekedar permasalahan pembangunan sarana dan prasarana sanitasi, tetapi juga permasalahan perilaku warga masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, strategi yang dibuat hendaknya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kondisi sanitasi di kabupaten saja, namun juga mencakup kegiatan non fisik berupa pemberdayaan masyarakat secara langsung dalam upaya melestarikan dan menjaga sarana dan prasarana yang telah dibangun atau disediakan."

Program STBM Award merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat, dengan harapan dapat memicu provinsi serta kabupaten/kota dalam upaya percepatan pencapaian target SDGs Tahun 2030. 

Di Kabupaten Pringsewu telah dibentuk Satgas GEBRAK ODF sejak Tahun 2017, mulai dari kabupaten sampai tingkat kecamatan, keluarahan/pekon. Bahkan pada Tahun 2018 Kabupaten Pringsewu terpilih menjadi kabupaten dengan inovasi Terbaik II dalam pelaksanaan Program STBM Tingkat Nasional. Kemudian pada Tahun 2019 kembali mengikuti STBM berkelanjutan dengan kriteria Pemilihan Sanitarian Terbaik dalam pelaksanaan program STBM. Selanjutnya, di Tahun 2020 Kabupaten Pringsewu mendapatkan Juara III di kategori Demand Creation. Untuk Tahun 2021 ini akan kembali mengikuti penilaian STBM Award di kategori Ennabling. (Red)