Senin, Juli 12

Azuwansyah Sosper Adaptasi Dan Kebiasaan Baru Covid-19 di Kecamatan Semaka

Azuwansyah Sosper Adaptasi Dan Kebiasaan Baru Covid-19 di Kecamatan Semaka



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Anggota DPRD Provinsi Lampung dari fraksi PKB Azuwansyah,S.Ag,.MM, melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020. Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019. Di dusun Sidorejo Pekon Sedayu Kecamatan Semaka. Sabtu, 10/07/2021.


Dalam kesempatan di hadapan para konstituennya, Anggota DPRD Lampung itu mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah, serta selalu menjaga pola hidup sehat, dan menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, baik di rumah maupun saat beraktivitas. Sebab pandemi virus corona ini, berdampak bukan hanya ada di Tanggamus maupun Provinsi Lampung semata, namun seluruh dunia merasakan kondisi yang serupa.


"Kehadiran saya bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menerapkan 3 M. Saya juga memberikan informasi bahwa pemerintah serius dalam menangani Covid-19, namun hal ini pun perlu adanya kerjasama semua pihak, khususnya semua lapisan masyarakat semua,"Ungkap Azuwan.


Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung oleh karena itu warga masyarakat diimbau agar terus menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). "Dampak yang terjadi akibat pandemi Covid-19, tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi sektor lain juga ikut terganggu. Misalnya, perekonomian, sosial dan budaya,"Tandas Legislator dari Partai PKB tersebut.


Dalam hal ini, Bang wan sapaan akrabnya turut memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid di dusun setempat, selain itu akan berupaya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya pada bidang keagamaan dan olahraga.(Rudi)

Pekon Sidodadi Gelar Pemilihan Ketua P3A

Pekon Sidodadi Gelar Pemilihan Ketua P3A

Keterangan foto: Perhitungan suara Pemilih sah yang hadir tengah berlangsung. (sumber: Rofai)


Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Dengan Protokol Ketat (Prokes) Pemilihan Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) digelar di Balai Pekon Sidodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu pada Senin (12/7/2021).

Pelaksanaan Pemilihan Ketua P3A dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 479 pemilih yang datanya ditetapkan berdasar Pemilik sawah ataupun penggarap sawah yang berada di Pekon Sidodadi.

Kepala Pekon Sidodadi M. Muh Barokah dalam kesempatan menjelaskan "ada 3 (tiga) kandidat yang maju dalam pencalonan ketua P3A ini, dan ketiga nya dari dusun yang berbeda", ucap Kepala Pekon Sidodadi.

Terdapat 3 (Tiga) kandidat yang mencalonkan diri antara lain, 1. Suyanto dari dusun III Pekon Sidodadi, 2. Payadi dari Dusun I Pekon Sidodadi, dan 3. Sugito dari dusun II Pekon Sidodadi.

Kepala Pekon menambahkan kegiatan pemilihan ini berakhir pada pukul 12.00 WIB., yang akan dilanjutkan dengan istirahat siang.

 "Hadir dan tidak hadir Kita tutup pada pukul 12.00 WIB., dan itu sudah disepakati lalu nanti setelah jam istirahat pada pukul 13.00 WIB., Kita akan lanjutkan untuk perhitungan suara", jelas Kakon Sidodadi yang akrab dipanggil Mubarok.

Tampak hadir dalam pendampingan dan monitor Prokes kegiatan Pemilihan tersebut dari Babinsa maupun Bhabinkamtibmas. (Mr)

Kamis, Juli 8

Polemik BPRS Tanggamus, Klaim Aset Meningkat, Pergantian Jabatan Bukan Wewenang Bupati Atau Siapapun

Polemik BPRS Tanggamus, Klaim Aset Meningkat, Pergantian Jabatan Bukan Wewenang Bupati Atau Siapapun



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Terkait polemik yang tengah hangat pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Tanggamus, media online Lampungheadlines mencoba untuk menelusur lebih dalam, kali ini perihal tentang aset-aset yang di miliki oleh BPRS serta tak pernah melakukan pergantian sejak berdiri 17 Tahun silam di Bumi Begawi Jejama ini. Rabu, 07/07/2021.


Hal yang tengah ramai di perbincangkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan di kabupaten Tanggamus tersebut, yang tak melakukan pergantian jajaran mulai dari atas hingga bawah, memancing pertanyaan ada apa dengan BPRS Tanggamus. Bahkan sampai membuat anggota DPRD Tanggamus pun ikut berkomentar, terkait penggelontoran anggaran dana dari APBD, hanya untuk sewa kantor BPR Syariah yang mencapai ratusan juta rupiah.


Bukan tanpa alasan, sebab, masyarakat saat ini tengah terhimpit roda perekonomiannya akibat wabah pandemi Covid-19 yang belum jua ada tanda-tanda akan segera berakhir, pertanyaannya seberapa penting hal tersebut, di tengah masyarakat yang sedang menjerit dan berjuang demi kehidupan bagi keluarganya.


Direktur Utama BPRS Falachi Fadholi di dampingi direktur Sarjono ketika di temui, mereka mengklaim bahwa, eksistensi BPRS sampai hari ini masih terjaga, seperti kesehatan bank tetap sehat dan laba terus di dapatkan. Kemudian terkait aset terus mengalami peningkatan.


" Per-Desember 2020 jumlah aset BPRS senilai Rp 62 Milyar lebih, modal Pemda berapa hanya bernilai Rp 10,5 Milyar, dan itu adalah aset kita. Jadi lebihnya 50 Milyar, serta itu merupakan milik masyarakat luas dari keuntungan bank,"kata Falachi.


Kemudian terkait jabatan direktur, komisaris kemudian ketua dewan pengawas BPRS, Falachi membantah hal tersebut, menurutnya jabatan tersebut telah melakukan pergantian berkali-kali, serta menyatakan eksistensi BPRS sampai hari ini masih terjaga, seperti kesehatan bank tetap sehat dan laba terus di dapatkan, meskipun ia sendiri hingga kini sudah 17 tahun tetap bertahan menempati posisi jabatannya selaku Direktur Utama.


" Pengurus direksi, komisaris, dewas syariah ada batas waktu, dan aturan itu dibuat tahun 2017, serta baru berlaku pada tahun 2020, nah hitungannya kami direksi baru kena untuk satu periode, mengacu Permendagri nomor 94 tahun 2017, dan ini bukan kehendak dari bupati atau siapa pun, semua ada aturannya untuk menempati suatu jabatan di BPRS,"Tukasnya.


Lalu, tentang pembukaan bank syariah cabang Pringsewu dalam perhitungannya, Falachi berkilah bahwa hal itu berdasarkan peraturan OJK tentang BPRS dan Perda, yang menyatakan bahwa memperbolehkan membuka cabang di provinsi Lampung, dan BPRS hanya boleh buka cabang di Pringsewu dan Pesisir Barat, selain dari kedua Kabupaten itu tak di perbolehkan.


"Persyaratan untuk membuka kantor cabang ini sesuai peraturan dari OJK, seperti Banknya sehat, tercukupi modalny, sebab ada modal inti dan modal setor, intinya modal kita cukup, ada gedung, SDM, inventaris setelah lengkap baru di ajukan ke OJK,"tandasnya.


Sarjono selaku direktur BPRS menambahkan, bahwa BPRS  menunggu undangan dari DPRD Tanggamus akan hal ini, sebab menurutnya sewaktu-waktu apabila pihaknya ingin bersilahturahmi ke legislatif tanpa ada sesuatu yang urgent. 


 " Itu artinya kami tak ada kepentingan apapun jika datang tanpa undangan, kalo di undang kami pasti hadir kok,"Tandasnya.(Rudi)

Gadis Remaja Dalam Balutan Kulit Dan Tulang Butuh Perhatian Pemkab Tanggamus, Derita Sakit Komplikasi

Gadis Remaja Dalam Balutan Kulit Dan Tulang Butuh Perhatian Pemkab Tanggamus, Derita Sakit Komplikasi



Tanggamus, www.lmpungheadlines.com - Kondisi tubuh yang hanya dalam balutan kulit dan tulang, sungguh sangat menyayat hati bila mata memandangnya. Dia bernama Dini (18) Warga Dusun Way Tuba, Kelurahan Kuripan Kecamatan Kota Agung, sehingga hal ini pun turut berdampak dengan tumbuh kembangnya, yang tak seperti gadis remaja pada umumnya. Rabu, 07/07/2021.



Anak dari pasangan Suwandi dan Misni tersebut, hanya bisa menghabiskan hari demi harinya di dalam rumah, dan jika tak di awasi dengan ekstra oleh pihak keluarga, dini bakal keluar rumah dengan menyusuri jalan tanpa bisa mengingat kembali arah jalan pulang. Faktor ekonomi, sebab anak bungsu dari tujuh (7) bersaudara ini tak lagi pengobatan secara layak. Sejak usia dini 12 tahun dan tak pernah menstruasi. 


Saat ini pengobatan  hanya di Puskesmas Kota Agung, dengan mengandalkan BPJS kesehatan gratis milik dini. Belakangan ini kondisi dini kembali kambuh, dari hasil diagnosa dan hasil Rontgen Rumah Sakit Surya Asih Pringsewu, sakit yang di alami dini sudah komplikasi.

Pihak dokter spesialis penyakit dalam menyatakan paru-paru, lambung dan syaraf bermasalah, serta menganjurkan, agar Dini melakukan pengobatan di klinik tumbuh kembang di Bandar Lampung, guna terlebih dahulu memenuhi kebutuhan gizinya. Namun itu pun urung dilakukan sebab keterbatasan ekonomi,


"Saat usia balita Dini pernah terjatuh, serta jika tak di awasi oleh kakak-kakaknya, dini suka pergi keluar dan gak tau jalan pulang. Saya hanya buruh tani menggarap lahan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, itulah sebabnya kesehariannya kami titip ke kakaknya. Untuk itu saya berharap ada bantuan dari pemkab Tanggamus, maupun para dermawan yang berkenan membantu bagi kesembuhan dini,"tandasnya.


Kemudian, Bidan Desa setempat Sustina ikut menyampaikan perihal sakit yang dialami oleh Dini, pengecekan dan pengobatan yang dilakukan di Puskesmas Kota Agung telah mengikuti anjuran dan prosedur yang ada serta rutin melaksanakan kontrol kesehatannya. " Untuk cek dan pengobatan di puskesmas rutin dilakukan, kita himbau pula dengan pihak keluarga, agar dapat memberikan perhatian lebih kepada dini, saat ini dia sedang batuk-batuk jangan makan makanan sembarangan ya,"pintanya.


Sementara itu, Lurah Kelurahan Kuripan Rio Iskandar mengaku ikut prihatin atas kejadian ini, kondisi keluarga dini yang pas-pasan sehingga pengobatan mengalami hambatan. Dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk langkah-langkah kedepan demi kesembuhan dini, serta akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, guna meringankan beban orang tuanya guna pengobatan dan langkah terbaik bagi dini.


''Saya tetap bakal berupaya untuk kesembuhan dini khususnya dalam melakukan pengobatan, serta berkomunikasi dengan pihak dinas terkait. mudah-mudahan banyak pula donatur di luar sana yang tergerak hatinya untuk membantu kesembuhan dini,"Tandas Rio.(Rudi)

Wafat Usai ikuti Persidangan di Pengadilan Negeri Tanggamus, Pelayanan RSUDBM kembali Jadi Sorotan

Wafat Usai ikuti Persidangan di Pengadilan Negeri Tanggamus, Pelayanan RSUDBM kembali Jadi Sorotan

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Sukardi (58) seorang saksi dalam kasus sidang perdata sengketa lahan di Kabupaten Pringsewu, selesai memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Kota Agung meninggal dunia, Rabu (07/07/2021).


Menurut Zaki, Juru bicara Pengadilan Negeri Kota Agung saat ditemui Awak Media mengatakan, sebelum peristiwa tersebut terjadi, korban habis menjadi saksi pada sidang perkara perdata, saat akan ke kantin ketika mau makan beliau (Sukardi), sempat mengalami gejala sakit sesak nafas.



Kemudian oleh pihaknya, korban langsung dibawa ke ruang tunggu. Dan pihak PN mengklaim langsung menghubungi dinas kesehatan setempat melalui kantor sekretariat PN. Karena kondisinya agak terburu-buru, dari pihak keluarga dan Penasehat Hukum yang telah menghadirkannya sebagai saksi, korban tersebut dibawa ke rumah sakit


"Untuk kondisi pastinya kami belum tau pasti, secara informatif tadi pihak Penasehat Hukum mengatakan beliau dalam perjalanan meninggal dunia. Tapi untuk pastinya kami belum mengetahui secara pasti kondisi yang bersangkutan," jelas Zaki.


Tambah Zaki, terkait keterlambatan mobil ambulance ke lokasi kejadian,  pihaknya tetap bersikukuh ketika saat kejadian langsung menghubungi Dinas Kesehatan. Karena sambil menunggu kedatangan ambulance yang di perjalanan, dari pihak yang menghadirkan korban selaku saksi, serta melihat kondisi korban yang terlihat semakin memburuk, maka dari itu langsung dibawa ke Rumah Sakit. Hingga berita ini dibuat, pihak Pengadilan Negeri belum bisa memberikan jawaban yang valid, guna memastikan apakah korban meninggal di gedung Pengadilan, Rumah Sakit, ataupun tengah dalam perjalanan.


Ketika ditanya awak media, terkait berapa lama mobil ambulance datang setelah di telpon pihak Pengadilan, Zaki tetap belum bisa memberikan jawaban ke awak jurnalis,  alasannya lagi-lagi  yang menghubungi pihak kesehatan adalah dari pihak kantor PN.


"Untuk memastikan kapan Pihak Pengadilan menghubungi ambulance, kami akan kontak dulu ke pihak yang menghubunginya, karena kami juga tidak bisa berspekulasi, sebab ini masih ada kaitan dalam hal menyangkut nama baik antar lembaga," ujar Zaki.


Di tempat terpisah, Aang selaku saksi  mata di tempat kejadian mengatakan, bahwa masuk waktu petang tadi, di gedung pada bagian belakang pengadilan, ada seorang warga yang tergeletak usai menjadi saksi di persidangan, ketika ia melihat korban sedang dibantu oleh rekan-rekannya, mengupayakan dan membantu korban agar bisa lekas sembuh. Pada saat di tanya, oleh pihak rekan-rekannya menjawab bahwa korban terkena angin duduk, setelah di tunggu hingga sekian lama, korban tidak ada tanda-tanda perubahan dan bahkan makin bertambah parah.


Lalu, pihak Pengadilan Negeri mengusulkan agar korban dibawa ke dalam ruangan tunggu, secara spontanitas aang berusaha membantu untuk memulihkan kesehatan dan kesadaran korban, karena korban sempat dalam keadaan tak sadarkan diri. Selanjutnya setelah beberapa menit kemudian, keadaan korban kembali sadar dan sempat minum  air putih. Usai melihat korban sudah lebih baik aang berinisiatif pergi dari ruangan tersebut, namun selang beberapa menit, kembali di jemput oleh rekan korban dan menyatakan bahwa korban kembali tergeletak.


" Saya balik lagi kesitu, korban benar-benar sudah tidak sadar. Secara naluri, saya mencoba cek denyut jantungnya, saya sendiri bisa merasakan bahwa keadaan korban sudah gak ada lagi denyut jantung serta nadinya, sepengetahuan saya, beliau posisinya dalam kondisi sudah meninggal dunia di dalam gedung Pengadilan, tersebut," jelas Aang.


Kemudian, awak media mencoba menghitung durasi waktu, mulai dari dari korban tergeletak sampai diantarkan ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting, di perkirakan apabila pihak kesehatan sigap dan stand bay di tempat, tentunya korban masih bisa mendapatkan pertolongan, karena penghitungan yang dilakukan durasi waktu lumayan lama, serta peristiwa tersebut terjadi usai habis Shalat Ashar.


"Saya sempat nanya ke salah satu petugas Pengadilan sudah menghubungi ambulan belum, katanya sudah. Saya minta kepada Pemkab Tanggamus, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM),  supaya ketika usai dihubungi, cepat tanggap dan sigap lah. Cobalah berikan pelayanan terbaik terhadap siapapun yang meminta pertolongan, jadi gak perlu waktu yang lama akibat terbuang sia-sia, ini soalnya menyangkut nyawa manusia," harap Aang.


Selain itu, aang ikut pula melihat mobil ambulance tersebut, datang ke Kantor Pengadilan Negeri ketika korban dibawa oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting. Untuk apa mobil ambulance banyak-banyak yang terparkir, apa hanya untuk pajangan semata.


"Untuk pertolongan pertama, dari pihak Pengadilan Negeri yang saya lihat juga tidak ada. Mungkin karena virus Covid-19, jadi mereka agak parno dan cukup khawatir," pungkasnya.


Awak media yang kebetulan sedang berada di lokasi Pengadilan Negeri Kota Agung, juga ikut melihat ambulance dari RSUDBM datang pukul 16:49 WIB, ketika di tanyakan petugas ambulance yang bernama Armel mengatakan, bahwa Ketua Pengadilan langsung yang langsung menelpon Direktur RSUDAM yang baru dr. Meri Yosefa yang baru hitungan jam dilantik Bupati Tanggamus.


Untuk diketahui, berdasarkan surat keterangan kematian yang di keluarkan oleh pihak Rumah Sakit Panti Secanti

Gisting, nomor rekam medis 081568 atas nama Sukardi (58) Alamat Kresno Mulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Tertulis bahwa sukardi masuk ke Ruang IGD pada Pukul 16:45 WIB, dengan kondisi telah meninggal dunia (Death On Arrival), dimana surat keterangan tersebut ditanda tangani oleh dr. Felicia Susanti. (Rudi)

Lantik Pejabat Struktural, Bupati Tanggamus Ganti Direktur RSUDBM, Arvin Jabat Kadis PMD

Lantik Pejabat Struktural, Bupati Tanggamus Ganti Direktur RSUDBM, Arvin Jabat Kadis PMD



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani melantik dua pejabat struktural dilingkungan Pemkab Tanggamus. Keduanya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Kotaagung. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Bupati Tanggamus, Rabu (7/7) di ruang rapat utama sekretariat daerah Kabupaten Tanggamus. Rabu, 07/07/2021.


Dalam prosesi pelantikan tersebut, sesuai dengan Keputusan Bupati Tanggamus nomor : 821.2/667/43/2021 dan nomor : 821.2/672/43/2021, tentang pemberhentian dari dan dalam, pemindahan  dan pengangkatan pegawai negeri sipil jabatan pimpinan tinggi Pratama dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Adapun pejabat yang di lantik diantaranya, Arpin, S.Pd., M.M. Sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), dr. Meri Yosefa sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM).


Sekedar kita ketahui bersama, Arpin sendiri sebelumnya adalah Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Tanggamus. Dirinya terpilih sebagai Kepala Dinas PMD setelah mengikuti rangkaian seleksi terbuka JPTP yang dilakukan Maret lalu. Sedangkan dr. Meri Yosefa sebelumnya menjabat sebagai Kabag TU di RSUDBM, diberikan amanah baru sebagai direktur RSUDBM, menggantikan dr. Benson yang di copot Bupati Tanggamus, dan berdasarkan keputusan bupati kini beralih menjadi fungsional dokter madya pada UPT Puskesmas Wonosobo.


Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani dalam arahannya meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk menjaga amanah dengan baik dan bekerja dengan penuh tanggungjawab serta dapat menunjukkan kinerja terbaik di bidangnya masing-masing. " Amanah ini harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, pimpinan dan juga masyarakat Tanggamus. Mutasi dan promosi adalah hal yang biasa, tentunya dilakukan sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,"Tegas Dewi Handajani.


Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Sekdakab Tanggamus Hamid H. Lubis, Asisten Bidang Ekobang Sukisno, Asisten Bidang Administrasi Jonsen Vanisa dan Kepala BKPSDM Tanggamus Aan Derajat.(Rudi)

Senin, Juli 5

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik, Bupati Pringsewu: Jangan Lupa

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik, Bupati Pringsewu: Jangan Lupa

Keterangan foto: Bupati Pringsewu Hi. Sujadi tengah melantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kantor Pemkab Pringsewu dengan Prokes ketat. (sumber: Prokopim Pemkab Pringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com- Bupati Pringsewu Sujadi melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

Ketiga pejabat yang dilantik berdasarkan SK Bupati Pringsewu No.821.2/236/B.04/2021 Tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, yakni  Drs.Samsir Kasim, M.Pd.I  sebagai Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, dimana sebelumnya ia menjabat sebagai Kadis Kominfo Kabupaten Pringsewu. 

Selanjutnya, Purhadi, S.Sos., M.Kes., sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pringsewu, sebelumnya menjabat sebagai Kadis P3AP2KB Pringsewu, serta Hendrid, SE., MM., sebagai Kadis Kominfo Kabupaten Pringsewu, dimana sebelumnya ia memangku jabatan sebagai Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu.

Akibat pelantikan tersebut, posisi Kadis P3AP2KB dan Kadis Lingkungan Hidup Pringsewu saat ini dalam keadaan lowong, bersamaan dengan sejumlah OPD lainnnya.

Turut menghadiri prosesi pelantikan yang digelar secara terbatas dengan protokol kesehatan di Kantor Pemkab Pringsewu, Senin (5/7/21), diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.Heri Iswahyudi, M.Ag., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs.Masykur Hasan, MM, Asisten Administrasi Umum Hasan Basri, SE, MM, dan Kepala BKPSDM Pringsewu Ani Sundari, S.STP, MM.

Bupati Pringsewu berharap ketiga pejabat yang dilantik dapat melaksanakan amanah yang diberikan tersebut dengan sebaik-baiknya, menunjukkan dedikasi serta inovasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pejabat negara dan pelayan masyarakat, dalam rangka membangun dan memajukan sekaligus mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang Berdaya saing, Harmonis dan Sejahtera atau Bersahaja serta Lampung yang Berjaya. "Jangan lupa untuk senantiasa memedomani prinsip 100-0-100,  yakni 100% benar dalam perencanaan program, 0% kesalahan serta 100% benar dalam laporan pertanggungjawaban", pesan Bupati. (Red)