Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 10

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Rumah Warga Pekon Fajaragung Barat

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Robohkan Rumah Warga Pekon Fajaragung Barat

Keterangan foto: Tampak beberapa tenda dan kanopi baja ringan didepan toko berhamburan akibat terjangan hujan deras yang disertai angin kencang. (sumber: @Alma Talitha)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Beberapa rumah warga rusak ringan hingga berat terjadi di Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu akibat hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (10/4/2021).

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB., hujan deras yang disertai angin kencang robohkan 3 (Tiga) rumah warga hingga alami rusak berat, disadur dari laman grup media sosial @Pringsewu Community dari akun @Alma Talitha, hal serupa terjadi di Pasar modern Kecamatan Pagelaran.

Dari beberapa unggahan yang dapat dilihat tampak beberapa tenda-tenda dan kanopi baja ringan didepan pertokoan juga roboh.

Hingga berita ini diterbitkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pringsewu belum dapat memberi keterangan resmi adanya korban jiwa dan total kerugian. (Mr)

Rabu, Maret 10

Deki Pebriansyah Resmi Nahkodai Himals Periode 2021-2023

Deki Pebriansyah Resmi Nahkodai Himals Periode 2021-2023

Keterangan foto: Deki Pebriansyah terima secara simbolis menjadi Ketua Himals ke-X periode 2021-2023 di Aula Safinatun Najah. (sumber: Yusuf)


Lampung Selatan, www.lampungheadlines.com - Melanjutkan sidang kongres Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan (HIMALS) ke-X di Aula Dinas pendidikan yang sempat terhenti karena chaos, dan dilanjutkan di Aula Safinatun Najah, kelurahan Way Lubuk, Selasa (9/3/2021).

Kongres tersebut dihadiri oleh ketua Demisioner Himals Yudi Suprayoga, Pengurus Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pengurus Cabang pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), LMND, Ketua BEM STIE Muhammadiyah, Ketua BEM STIH Muhammadiyah, mahasiswa STAI Yasba, mahasiswa IAI Annur, serta mahasiswa UIN Raden Intan Lampung, UNILA, STKIP PGRI Bandar Lampung, Malahayati. Yang berdomisili di Lampung Selatan serta stakeholder-stakeholder yang ada di Lampung Selatan.

Hingga berlangsungnya kongres Himals ke-X melalui tahapan-tahapan dan seleksi calon Ketua periode 2021-2023, Deki Pebriansyah dan Jaya Apriyanto maju sebagai calon kandidat Himals.

Dalam hal ini Kongres Himals di selenggarakan secara demokrasi diikuti oleh seluruh mahasiswa berdomisili Lampung Selatan yang di tunjukkan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Melalui tahapan-tahapan hingga dinamika proses terjadinya kongres Himals ke-X, Deki Pebriansyah terpilih secara demokrasi dan asas terbuka, ketua umum Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan (HIMALS) periode 2021-2023.

Pada kesempatan itu ketua Demisioner Yudi Suprayoga periode 2010-2012 memberikan saran terhadap Mahasiswa Lampung Selatan khususnya Himals, "harapan saya semua mahasiswa Lampung Selatan bisa menjaga dan merawat kembali organisasi Himals ini yang sudah berapa kali dipimpin oleh sekeliling orang yang kongres kucing-kucingan untuk melanggengkan kekuasaan nya di Himals", harap Yudi.

Hal ini pun dipertegas dalam sambutannya "Himals ini adalah milik semua Mahasiswa Lampung Selatan dan jangan sampai hal ini terulang kembali yang mengakibatkan wadah intelektual Mahasiswa terkontaminasi oleh segelintir kelompok yang ingin menguasai dan haus akan jabatan untuk kepentingan-kepentingan praktis", tegasnya.

Dalam sambutannya Deki Pebriansyah selaku Ketua umum himals terpilih menyampaikan pesan "Himals harus menjadi wadah yang mampu mengakomodir semua elemen Mahasiswa Lampung selatan, tanpa melihat latar belakang organisasi maupun mahasiswa yang non organisasi. Sehingga kedepannya Mahasiswa Lampung Selatan mampu bersinergi secara kolektif untuk menjadi solusi di setiap masalah yang ada di daerah Lampung Selatan", ujarnya.

Selanjutnya dipenghujung acara seluruh Mahasiswa Lampung Selatan dan ormawa internal maupun eksternal memberikan harapan dan ucapan selamat atas terpilihnya Deki Pebriansyah sebagai ketua umum HIMALS. (Red/Ysf)

Selasa, Maret 2

Ketegangan Masyarakat 3 Kecamatan dengan PT PJA, Audiensi DPRD Pringsewu Sepakati 4 Poin

Ketegangan Masyarakat 3 Kecamatan dengan PT PJA, Audiensi DPRD Pringsewu Sepakati 4 Poin

Keterangan foto: Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman, S.E., meminta hasil audiensi dapat disepakati dan dilaksanakan agar tidak timbul kembali gejolak ditengah masyarakat. (sumber: Madin)


Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Ketegangan yang bergejolak antara masyarakat Tiga Kecamatan di Kabupaten Pringsewu yakni Pagelaran Utara, Sukoharjo dan Banyumas dengan Perseroan Terbatas Pringsewu Jaya Abadi (PT. PJA) akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pringsewu menggelar audiensi, Selasa (2/3/2021).

Audiensi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pringsewu Suherman, S.E., dihadiri oleh anggota Komisi I dan II DPRD Pringsewu, Perwakilan dari PT. PJA, perwakilan dari masyarakat yang mengatasnamakan Persatuan Pasuba Bersatu (Pagelaran Utara, Sukoharjo dan Banyumas), Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan serta Dinas Perizinan Kabupaten Pringsewu di Aula Kantor DPRD setempat.

Dalam proses jalanya audiensi disepakati hasil dengan Empat poin tuntutan masyarakat yakni :

1. Masyarakat meminta totalitas pihak PT. PJA untuk berkontribusi dalam memperbaiki jalan yang dilintasi armada PT. PJA, (artinya tidak sekedar menurunkan material perbaikan saja, namun kontribusi SDM diperlukan untuk mengerjakannya),

2. Masyarakat meminta armada PT. PJA terkait tonase muatan, armada truck tronton dilarang beroperasi,

3. Meminta ada upaya meminimalisir polusi udara (debu) disepanjang jalan yang dilintasi armada PT. PJA terlebih ketika dimusim kemarau.

4. Masyarakat meminta upaya meminimalisir pencemaran sungai, dan meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Pringsewu dapat memberi solusi.

Lalu seusai audiensi Ketua DPRD Pringsewu Suherman, S.E., kepada awak media menyampaikan, Selaku Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu, meminta supaya hasil audiensi dapat disepakati dan ditandatangani oleh masing-masing pihak.

"Hasil audiensi diharapkan dapat disepakati dan ditandatangani, serta dapat segera dilaksanakan, dan bila tidak dilaksanakan kesepakatan tersebut, dikhawatirkan akan timbul gejolak kembali ditengah masyarakat", tutup Suherman sembari terburu-buru untuk agenda rapat yang sudah menunggu. (Madin)

Selasa, Februari 23

Warga Dua Kecamatan di Pringsewu Demo & Hadang Truck Fuso

Warga Dua Kecamatan di Pringsewu Demo & Hadang Truck Fuso

Keterangan foto: Tampak Massa dari Dua Kecamatan tengah berkumpul didepan balai Pekon Banyumas dan dijaga oleh petugas dari Polsek Sukoharjo maupun Koramil. (sumber: Yuda)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Ribuan warga dari Dua Kecamatan yakni Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu turun kejalan-jalan dan memadati balai Pekon Banyumas, melakukan gerakan demonstrasi serta menghadang truck Fuso yang bermuatan pasir.

Diketahui para pendemo tengah memprotes angkutan pasir dengan muatan berlebih yang melintas, dan disinyalir menimbulkan kerusakan jalan di Dua Kecamatan.

Aris (55) yang merupakan salah satu warga mengatakan aksi ini merupakan bentuk protes akibat dilalui oleh armada pengangkut jenis truck Fuso dengan kapasitas berlebih yang melintasi jalan poros.

"Kami, para pengguna jalan yang menjadi korban akibat jalanan rusak. Ini akibat truck Fuso pengangkut pasir yang melebihi kapasitas," keluh Aris.

Dalam tuntutannya, massa menolak kehadiran truck pengangkut jenis Fuso beroperasi di jalan poros arah Kecamatan Banyumas.

Sementara itu kepala Pekon Banyumas Bapak Wasino saat dikonfirmasi belum dapat memberikan tanggapannya, dan nampak petugas dari Kepolisian Sektor Sukoharjo beserta Koramil sudah berada di lokasi dimana massa berkumpul guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan. (Mr)

Senin, Februari 15

Banjir Genangi Jalan Lintas Barat Pringsewu

Banjir Genangi Jalan Lintas Barat Pringsewu

 

Keterangan foto: Tampak salah satu tim BPBD Pringsewu tengah membantu pengendara. (sumber: @InfoPringsewu)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Hujan dengan intensitas ringan hingga deras yang mengguyur menimbulkan banjir dibeberapa titik di wilayah Kabupaten Pringsewu, Senin (15/2/2021) malam.

Banjir tampak terlihat dalam video yang terekam di Jalan Lintas Barat tepatnya di Pekon Wates. Disadur dari akun Media Sosial @InfoPringsewu terlihat banjir mencapai ketinggian 20 Cm hingga 30 Cm sebatas lutut kaki orang dewasa.

Dalam rekaman juga diketahui tim BPBD sudah berada di lokasi dibantu bersama warga sekitar membantu pengendara baik roda dua maupun roda empat agar berhati-hati dengan mengurangi kecepatan berkendara serta dari Polsek Gading Rejo yang turut menertibkan pengendara guna menghindari kemacetan.

Kasim (55) pengendara roda empat dari arah Gading Rejo yang menuju Pringsewu mengatakan banjir menggenang di Jalan Lintas Barat di Pekon Wates sampai mendekati Rest Area Pringsewu dan terlihat dari sekitar pukul 19.00 WIB.

"Banjirnya tinggi Mas, tadi Saya lihat warga yang berdiri airnya sampai lutut orang dewasa", beber Kasim.

Belum ada informasi kerugian akibat banjir tersebut, Kepala Pekon Wates Iwan Kristiana saat dihubungi awak media aktif namun tidak terangkat, dan untuk info bagi pengendara dari arah Kecamatan Gading Rejo Pringsewu menuju Kecamatan Pringsewu ataupun sebaliknya, banjir menggenang 10 meter dari balai Pekon Wates hingga didepan kantor Dinas Pertanian di Pekon Wates Timur.

Hingga berita ini diturunkan banjir masih menggenangi jalan namun berangsur surut seiring intensitas hujan yang mulai mereda. (Mr)

Sabtu, Februari 13

Gempa Guncang Pesisir Barat Lampung Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Guncang Pesisir Barat Lampung Tidak Berpotensi Tsunami

Keterangan foto: Titik gempa terjadi di 193 Km Barat Daya dari Pesisir Barat, Lampung. (sumber: BMKG)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com - Gempa Magnitudo berkekuatan 5,3 Skala terjadi di Pesisir Barat, Lampung, Sumatera Selatan.

Disadur dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 11.20 WIB., Sabtu (13/2.2021). Pusat gempa terjadi di titik 6,81 Lintang Selatan dan 103,30 Bujur Timur, 193 Km Barat Daya dari Pesisir Barat, Lampung.

Gempa terjadi dikedalaman 10 Km, dan gempa tidak berpotensi tsunami. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini. (Red)

Sabtu, Januari 23

RPA Bersama PP, PA, Dalduk dan KB Tanggamus, Berikan Perlindungan Serta Pendampingan Anak Korban Pencabulan Di Pugung

RPA Bersama PP, PA, Dalduk dan KB Tanggamus, Berikan Perlindungan Serta Pendampingan Anak Korban Pencabulan Di Pugung



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Tim dari Rumah Perempuan dan Anak (RPA ) Kabupaten Tanggamus bersama dengan dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP, PA, DALDUK DAN KB) Tanggamus, melakukan penjangkauan serta pendampingan terhadap korban pencabulan bergilir terhadap anak yang masih dibawah umur di kecamatan Pugung. Jum'at, 22/01/2021.


Kejadian na'as yang menimpa korban berinisial SV (15) tersebut, terjadi pada medio Oktober Tahun 2020 lalu, memantik hati berbagai pihak, yang notabenenya untuk membantun, selain pendampingan, organisasi yang bergerak untuk membantu kaum hawa, tentang perempuan dan anak maupun dinas terkait yang menanganinya dalam hal ini. 


Dalam kunjungan tersebut, ketua RPA Tanggamus Ruwiyati, S. Ag.,M.Si bersama jajarannya, lalu ada dari dinas PP,PA Dalduk dan KB Edison yang di wakili para Kabid serta jajaran yang berada dii dinas setempat, Camat Pugung Hardasyah, PJ Pekon Way Jaha dan lain sebagainya.


Menurut ketua RPA Tanggamus Ruwiyati, ia menjelaskan setelah kejadian tersebut,  korban lalu pergi meninggalkan rumah, sehingga oleh pihak orang tua korban, lalu dilakukan pencarian dan akhirnya korban ini berhasil ditemukan, namun dalam kondisi yang labil di Pendopo Pringsewu wilayah Kabupaten Pringsewu.


" Kondisi korban saat ini, setelah dilakukan penjangkauan, Alhamdulillah kondisinya dalam keadaan baik baik saja, guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Maka jajaran RPA dan Dinas PP,PA , Dalduk dan KB Tanggamus, akan terus selalu memberikan pendampingan dan perlindungan, sampai hak-hak korban  dapat terpenuhi, sebab korban masih anak dibawah umur. Serta kami juga akan bawa korban ke psikiater/psikolog guna mengetahui sekaligus memantau kondisi kejiwaanya,"Jelasnya.


Untuk kita ketahui bersama bahwa, pihak kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap ke 4 pelaku, diantaranya tersangka pria dewasa berinisial JK (27), IR(27), SA (21), AA (21) serta seorang pelaku merupakan pelajar 16 tahun berinisial RO (16). Modus para pelaku adalah dengan mengiming - imingi akan memberikan uang, sehingga korban mau melakukan hubungan badan selayaknya suami istri, sehingga para pelaku melancarkan aksi tak terpuji tersebut secara bergantian.


Atas kejadian itu, paman korban JM (52) lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek pugung, hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pugung Ipda Okta Devi, dengan adanya laporan pada tanggal 18 Januari 2021, tentang terjadinya tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.


Berbekal itu semua akhirnya, kelima tersangka ditangkap dirumahnya masing-masing kemarin Kamis(21/1/21) pukul 09:00 wib. Atas perbuatannya mereka terancam pasal 76 D Jo pasal 61 UU RI no 17 tahun 2016, tentang perlindungan anak, ancaman maksimal 15 tahun penjara.(RIS/Rudi)

Rabu, Oktober 14

Kasat Narkoba Polres Tanggamus, Benarkan Telah Mengamankan Oknum ASN Perempuan Inisial PM

Kasat Narkoba Polres Tanggamus, Benarkan Telah Mengamankan Oknum ASN Perempuan Inisial PM



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Akhirnya setelah menunggu cukup lama guna mendapatkan informasi yang sebenarnya, terkait pengerebekan salah seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) Kesbangpol, oleh petugas satuan reserse (Satres) Narkoba Polres Tanggamus malam tadi, di perumahan Griya Abdi Negara komplek Pemkab Tanggamus. Rabu, 14/10/2020.


Kasat Reserse Narkoba Polres Tanggamus AKP I Made Indra Wijaya mengatakan bahwa, memang benar pihaknya telah melakukan pengamanan, berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwasanya telah terjadi penyalahgunaan narkoba jenis sabu, dan lokasi TKP berada di perumahan Griya Abdi Negara.


" Anggota kami lalu bergerak ke TKP berdasarkan informasi tersebut, dan mengamankan salah seorang yang berinisial PM jenis kelamin perempuan, hanya satu orang yang telah kami amankan, karena telah beredar kabarnya bahwa pelaku ada 3 orang dan itu salah, kami hanya mengamankan 1 orang saja,"ucap Kasat Narkoba ini.


Lanjutnya, berdasarkan pemeriksaan di TKP malam itu,  salah satunya dari pemeriksaan urine yang bersangkutan dinyatakan positif, namun itu hanya hasil pemeriksaan sementara, sebab pihaknya telah mengirimkan sampel tersebut ke UPTD untuk melihat hasil keseluruhannya.


" Barang bukti yang berhasil di amankan adalah, belas alat hisap sabu (Bong), kemudian pipet, anggota kami tidak menemukan narkoba di malam penangkapan tersebut, dari pengakuan tersangka ia mengkonsumsi sabu pada hari Senin, bukan malam ketika di tangkap, dan menggunakan sabu sendiri dirumah (TKP),"jelasnya.


Tambahnya, kasat narkoba tak menampik bahwa, wanita berinisial PM ini adalah seorang oknum ASN kabupaten Tanggamus, golongan 3C. "Kejadian penangkapan terjadi sekitar kurang lebih pukul 20.00 wib, untuk status yang ditetapkan saat ini kepada PM masih dalam penyelidikan, status tersangka belum di sematkan sebab, kami harus melalui gelar perkara. Dia mendapatkan barang haram ini dari kawannya, untuk sementara itu yang bisa saya sampaikan, karena saat ini penyidikan, penyelidikan dan pengembangan yang lain,"pungkasnya. (Rudi)

Oknum ASN Kesbangpol Terlibat Narkoba, Semua Pihak Kompak Belum Tahu

Oknum ASN Kesbangpol Terlibat Narkoba, Semua Pihak Kompak Belum Tahu



Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Teka-teki adanya oknum ASN Kesbangpol yang di amankan oleh satuan reserse narkoba polres Tanggamus malam tadi,  belum juga menemui titik terang, sebab masih bungkamnya pihak kepolisian maupun pemerintah daerah Kabupaten Tanggamus dalam hal ini. Rabu, 14/10/2020.


Para awak wartawan dari berbagai media, online, cetak dan televisi di kabupaten Tanggamus, mencoba mengkonfirmasi perihal penggerebekan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial PM ini ke Kasat Narkoba Polres Tanggamus, namun yang bersangkutan masih enggan membuka kepada awak media yang datang terkait penangkapan oknum ASN tersebut.


Tak patah arang, para awak media kemudian menuju kantor pemerintah daerah Tanggamus, yang diketahui jajaran Forkopimda sedang menggelar vicon dengan kementerian pusat. Salah satu pejabat yakni, asisten bidang administrasi Jonsen Vanesa tak luput dari kejaran awak jurnalis, dalam keteranganya ia mengaku pemkab belum mengetahui perihal peristiwa yang sebenarnya, dan mengetahui adanya hal ini dari pemberitaan salah satu media online, yang berisi berita tentang ASN yang ditangkap pihak kepolisian di perumahan Griya Abdi Negara.


" Informasinya dari berita itu hanya satu orang, yang jelas apabila terbukti kita akan berlakukan PP 11 tentang menagement PNS, diberhentikan sementara dan gajinya hanya diberikan 50% saja, tapi jika ini bener beritanya, sebab kami belum terima rilis dari polres Tanggamus, jadi belum bisa komentar banyak,"Ungkap Jonsen.


Tak lama kemudian, Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya keluar usai rapat vicon, pun menjadi sasaran pertanyaan wartawan, ia pun akan mengecek dahulu, kronologisnya seperti apa, sebab akan memanggil dahulu ke kasat narkoba.


"Belum tahu, memang semalam ada kegiatan, yang pastinya belum mengetahui, ini dari pagi padat dengan kegiatan vicon dengan para menteri yang ada di pusat tentang apa itu Omnibus Law. Segera selesai dari sini kita akan ambil keputusan (Confrence),"Ucap Kapolres Tanggamus.


Sementara itu Kabag TU Kesbangpol Amir Husin ketika akan keluar dari kantor bupati Tanggamus, turut di cecar pertanyaan juga, ia mengaku belum mendapatkan penjelasan dari pihak manapun, ia pula sempat ke polres Tanggamus untuk menanyakan apa yang terjadi, dan tidak mendapatkan jawaban yang signifikan. Hanya membenarkan bahwa telah di amankan.


'' Benar pegawai inisial PM yang telah diamankan, yang bersangkutan ASN ini menjabat sebagai Kasi di Kesbangpol, ia bekerja sudah cukup lama dari tahun 2011, apabila benar peristiwa ini, yang pasti kami dari instansi Kesbangpol sangat kecewa sekali,"tandas Amir. (Rudi)

Selasa, September 22

PJ Kakon Hilang Bersama Dana Insentif Dan Tunjangan, Aparat Pekon Kesugihan Buat Surat Pernyataan 3 bulan Tak Gajian, Banyak Masalahnya

PJ Kakon Hilang Bersama Dana Insentif Dan Tunjangan, Aparat Pekon Kesugihan Buat Surat Pernyataan 3 bulan Tak Gajian, Banyak Masalahnya

 


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Para aparatur Pekon Kesugihan Kecamatan Kotaagung Barat kabupaten Tanggamus mengeluh, sebab tunjangan dan siltap selama tiga (3) bulan yang menjadi harapan mereka satu-satunya ini tak kunjung jua di berikan, dan mengapa ditahannya honor seluruh perangkat Pekon oleh pejabat (PJ) Kakon Andi Saputra tersebut tanpa alasan yang jelas. Selasa,22/09/2020.


Bahkan mereka sampai membuat sebuah surat pernyataan secara tertulis, yang di tandatangani di atas materai oleh semua aparatur pekon Kesugihan, mulai dari Kasi pemerintahan, Kasi Kesra, kasi Pelayanan, kaur perencanaan, kaur keuangan, kaur tata usaha dan umum,  operator, hingga sekretaris Pekon Kesugihan, sebagai bentuk tanda bahwa keluhan yang di ungkapkan mereka pada wartawan media online lampungheadlines.com tersebut benar adanya dan seterusnya supaya dapat segera dilakukan tindakan sesuai dengan ketentuan dan aturan umum yang berlaku, agar apa yang menjadi hak-hak mereka segera di penuhi.


Tunjangan dan Siltap yang tak kunjung diberikan tersebut, bukan hanya milik aparat pekon Kesugihan saja, ada tunjangan BHP, Anggota Linmas, Ketua RT, LPM, guru paud, guru ngaji, kader-kader Posyandu, kader KTM, dan tim puskesos di Pekon Kesugihan ini. 


Selain itu, keluhan yang sama dirasakan oleh masyarakat Pekon Kesugihan, diketahui ada 14 kelompok penerima manfaat (KPM), yang terhambat proses pencairan bantuan sosial dari BLT-DD tahap II senilai Rp. 300 selama 3 bulan, karena 14 warga KPM tersebut hanya dapat melakukan pencairan dengan cara tarik tunai sebab mereka hanya memiliki buku rekening tanpa kartu ATM, sehingga saat pencairan 14 KPM tersebut PJ Andi Saputra yang menjabat sebagai PJ Pekon Kesugihan dari bulan 04 April tahun 2019 tersebut harus hadir pada saat pencairan di bank BRI cabang kotaagung.


Menurut Kaur Keuangan Pekon kesugihan Romizi menyampaikan bahwa, ia selaku bendahara turut mengawal pencairan dana ADV yang diperuntukan untuk membayar seluruh Siltap dan tunjangan semua aparatur pekon selama tiga bulan, mulai Agustus, September dan Oktober tersebut, pada tanggal 04 September kemarin, dana ini kemudian langsung dibawa seluruhnya oleh PJ kakon kesugihan dengan nilai angka mencapai puluhan juta rupiah, dan PJ berjanji akan membagikan hak mereka tersebut di hari Senin tanggal 07 September, akan tetapi dalam kenyataanya sampai hari ini tak ada kabar dan diketahui dimana timbanya.


" Hal ini tentunya menghambat kinerja semua aparatur pekon kesugihan, untuk tahap II  dana ADV itu sudah cair sebanyak 40 persen, gunanya untuk membayar Siltap dan tunjangan seluruh aparatur di pemerintahan Pekon Kesugihan, harapan kami hanya itu bang, kami hampir semuanya telah berkeluarga, sebab itu sangat penting dan berarti bagi perekonomian keluarga kami semua untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,"keluhnya.


Hal senada di sampaikan oleh Kasi Pemerintahan Angga Prayoga dan kaur perencanaan Pekon Kesugihan Ansori, seyogyanya setiap tahapan-tahapan pencairan sudah bisa di lakukan, maka secara otomatis semua aparatur pekon berhak untuk menerima honor Siltap dan tunjangan tersebut dari dana ADV, sebab biasanya gaji sudah diberikan Kakon maupun PJ kakon selama 3 bulan pada tahap pencairan yang kedua ini.


Sebagai kaur tata usaha dan umum (TU) Rohmi Lisa Aprilia, juga merasa tak enak hati apabila bertemu ke 14 warga kelompok penerima manfaat (KPM) selaku penerima BLT-DD untuk tahap kedua ini, para warga ini terus selalu menanyakan kapan proses pencairan dapat dilakukan, ia pun bingung sendiri karena, jangankan para warga tersebut, mereka sendiri yang bekerja sebagai aparat Pekon saja tak tahu akan keberadaan PJ kakon tersebut.


" Warga ini jika bertemu bahkan ada yang datang ke kantor Pekon guna mempertanyakan kapan proses pencairan BLT DD tahap II senilai 300 ribu dapat dilakukan, mereka ini hanya bisa mencairkan bantuan itu secara tarik tunai karena 14 warga KPM ini tak mempunyai kartu ATM, dan dalam hal ini PJ kakon harus hadir saat pencairan di bank BRI cabang kotaagung. Namun sayang angan tersebut jauh dari harapan, sebab jangankan kehadiran PJ kakon di masyarakat, untuk ngantor saja jarang hadir. Banyak warga di pekon ini yang tak tahu wajah dari pj selaku pimpinan di dalam Pekon ini, tak pernah sosialisasi,"ungkapnya.


Sebagai seorang sekdes Meri Irawansyah turut merasakan apa yang menjadi kegelisahan aparat Pekon Kesugihan, ada permasalahan ini sudah disampaikan ke pihak kecamatan kotaagung barat untuk mencari solusi terbaik, bahkan ia bersama beberapa aparat Pekon sampai datang kerumah keluarga PJ kakon tersebut di Kotaagung, dan lebih mencengangkan lagi adalah, istri dari PJ kakon Andi Saputra pun juga tak mengetahui keberadaannya, sudah lama tak pulang serta komunikasi yang terputus dalam satu bulan terakhir ini.


" PJ kakon sangat sulit untuk di hubungi, bahkan nomornya tak aktif lagi, sekarang semua aparatur pekon Kesugihan ini hanya bisa pasrah dengan keadaan seraya menunggu sebuah jawaban. Saya mewakili teman-teman disini berharap, kepada PJ kakon dan di anggap ayah di Pekon Kesugihan ini, agar kiranya dapat melaksanakan tugas, fungsi dan kewajibannya sebagai pimpinan di Pekon Kesugihan ini dengan baik. Dan hak-hak kami yang tertunda ini agar kiranya segera di realisasikan, sebab semua aparat pemerintah Pekon ini, masing-masing sudah berkeluarga dan tumpuan harapan kami hanya disitu (Gaji),"tandasnya.


Sementara itu Camat Kotaagung Barat Firdaus saat di dikonfirmasi terkait hal tersebut menyampaikan bahwa, kejadian ini sudah didengarnya secara langsung dari aparatur pekon Kesugihan yang mengadu beberapa waktu lalu kepadanya. Terkait permasalahan PJ kakon ini juga sudah pernah dilaporkan oleh BHP Pekon setempat, Dan tetap laporan ini akan diteruskan sebab laporan


" Dan BHP Pekon Kesugihan pada saat itu juga telah melayangkan surat ke bagian tata pemerintahan (Tapem) Tanggamus dan tindak lanjutnya masih kita tunggu juga. Terkait Siltap dan tunjangan para aparatur pekon Kesugihan yang sampai sekarang belum di berikan oleh pj Kakon, serta 14 warga KPM penerima bantuan tersebut, saya sudah menunggu PJ kakon itu untuk mendengar secara langsung permasalahan yang sebenarnya, sudah kita panggil namun belum ada jawaban,"pungkas Camat ini.


Kemudian saat media ini mencoba menghubungi pj pekon Kesugihan Andi Saputra di nomor 08228000XXXX, tak aktif atau tidak bisa menerima panggilan, kemudian coba mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsAppnya juga sedang tak aktif, diketahui pesan hanya centang satu. (Rudi)

Senin, September 21

Covid-19 Di Tanggamus Bertambah 3 Kasus, 1 Orang Hasil Tracing Dan Swab Pedagang Pasar Kotaagung

Covid-19 Di Tanggamus Bertambah 3 Kasus, 1 Orang Hasil Tracing Dan Swab Pedagang Pasar Kotaagung

 


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pasca penutupan Salah satu pasar terbesar di kabupaten yang berjuluk bumi begawi Jejama. Gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Kabupaten Tanggamus mengirimkan pers rilisnya kepada awak media yang tergabung grup whatshaap milik diskominfo, sebab adanya penambahan kasus covid 19 hasil Rapid test masall di pasar Kotaagung beberapa hari lalu, ada 5 orang dinyatakan reaktif dan dilakukan test swab, serta hasil swabnya telah keluar. Senin,21/09/2020.


Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid 19 kabupaten Tanggamus Dr. Eka Priyanto menyampaikan bahwa, Ini adalah Tracing lanjutan yang gugus tugas kabupaten tanggamus lakukan terhadap pasien 05 (almarhum) asal talang padang dan pasien 06 asal kotaagung. Pada tanggal 09 s.d 11 september  2020, telah dilakukan trecing menggunakan RT-PCR terhadap 22 spesimen dan didapatkan 20 orang terkonfirmasi positif covid-19. 6 orang dari hasil tracing Pasien 05 yaitu pasien 07, pasien 08, pasien 09, Pasien 010, pasien 011, pasien 012. 


Dan 14 orang lainnya dari hasil tracing Pasien 06 kotaagung, yaitu pasien 013, pasien 014, pasien 015, pasien 016, pasien 017, pasien 018, pasien 019, pasien 020, pasien 021, pasien 022, pasien 023, pasien 024, pasien 025, pasien 026. 


Kemudian pada tanggal 16 s.d 18 september  2020, Gugus tugas kabupaten  tanggamus melakukan pemeriksaan spesimen lanjutan sebanyak 442 spesimen di dua tempat, yaitu di wilayah pasien 05 dan pasien 07, 08, 09, 010, 011, 012 di talang padang sebanyak 61 0rang (PCR sebanyak 9 orang, RDT sebanyak 52 orang).


Lalu juga dilakukan pemeriksaan spesimen diwilayah pasien 06 kotaagung dan pasien 013, 014, 015, 016, 017, 018, 019, 020, 021, 022, 023, 024, 025, 026, di kota agung sebanyak 381 orang. (PCR sebanyak 36 orang, RDT sebanyak 341 orang). Dari hasil trecing lanjutan tersebut di dapatkan dari 36 orang yang di PCR di dapatkan ada terkonfirmasi positif covid 19.


" Nama Pasien 027 (A) / dari pasien 017 (NH), Umur 30 tahu, jenis Kelamin perempuan, alamat Pekon Negeri Ratu, kedua nama Pasien 028 (NB) / dari pasien 023 (HN), Umur 44 tahun , jenis Kelamin perempuan, alamat dusun sukamaju Pekon kusa,"jelas Dr. Eka.


Kemudian dari hasil RDT 5 orang yang reaktif di pasar Kotaagung dan dilakukan swab, lalu ditemukan pasien yang terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 1 orang di antaranya adalah Nama Pasien 029 (U), umur 62 tahun, jenis Kelamin laki laki, alamat kelurahan kuripan. Selanjutnya terhadap ketiga pasien covid 19 tersebut, oleh tim gugus tugas di ambil tindakan untuk dilakukan isolasi, kepada pasien 027 dan pasien 028 dilakukan isolasi di puskesmas sukaraja, pada kedua pasien tidak ada keluhan, kemudian pada pasien 029 dilakukan isolasi di RSUD bathin mangunang di karenakan adanya penyakit bawaan pada pasein/comorbid. Dan dilakukan sesuai dengan penangan pasien Covid-19.


Dengan penambahan 3 kasus baru positif Covid 19 ini, maka jumlah kasus Positif Covid 19 di Kabupaten Tanggamus menjadi 29  orang, dengan kategori 4 orang sembuh, 2 orang meninggal dunia (Pasien 01 dan 05), serta 23 orang dalam perawatan. Tindak lanjut telah dilakukan penutupan pasar kota agung selama tiga hari untuk menghindari meluasnya penyebaran Covid-19 serta di dilakukan penyemprotan cairan disinfektan.


"Edukasi ke masyarakat melalui sosialisasi dan pembagian masker di beberapa titi pasar yang ada di kabupaten tanggamus, dan kami meminta kepada masyarakat agar agar lebih disiplin lagi dalam  penerapan protokol kesehatan yaitu, selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, jaga jarak dan hindari kerumunan. Melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin adalah upaya yang bisa kita lakukan secara bersama sama untuk memutuskan rantai penularan covid 19 ini, supaya semua bisa menjadi aman dan terlindungi dari kemungkinan tertular, agar kondisi masyarakat kembali produktif, kita pasti bisa melakukan semua ini,"pungkas Jubir GTPP Covid 19 Kabupaten Tanggamus Dr. Eka Priyanto. (Rudi)

Pedagang Positif Covid 19, Pasar Kotaagung Di Tutup Selama 3 Hari, Hasil Tracing Rapid test Masal

Pedagang Positif Covid 19, Pasar Kotaagung Di Tutup Selama 3 Hari, Hasil Tracing Rapid test Masal

 


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pasar Kotaagung, Kabupaten Tanggamus selama tiga hari kedepan ditutup alias di-lock down. Terhitung Senin 21 September hingga Rabu 23 September 2020 hal ini untuk mensterilkan secara total pasar Kotaagung dari penyebaran covid 19. Senin,21/09/2020.


Berdasarkan pantauan lokasi, aparat gabungan TNI/Polri, Satpol PP dengan pengeras suara memberikan pengumuman bahwa mulai Senin siang, aktivitas dipasar dihentikan sementara, kecuali kegiatan perbankan. Selain melalui pengeras suara,pedagang yang masih membuka toko atau kios juga disambangi langsung oleh Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tanggamus Hamid H.Lubis, tampak juga Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono, Kasatpol PP M.Suratman, Danramil Kotaagung Kapten Redi Kurniawan dan Camat Kotaagung Erlan Deni Saputra.



Menurut Sekda Tanggamus  Hamid H Lubis penutupan pasar Kotaagung lantaran menyusul adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang salah satunya adalah pedagang pasar Kotaagung."Ini merupakan tindak lanjut dari tracing pasien 06 dan Rapid Test massal beberapa hari lalu, ternyata dari ratusan pedagang yang dirapid hasilnya reaktif dan begitu di-Swab muncul lah kasus baru dengan identitas pasien 027,028 dan 029,"kata Hamid H.Lubis.


Masih kata Sekda bahwa selama ditutup, pasar juga akan disemprot disinfektan oleh petugas. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid 19."Pasar ditutup merupakan hasil rapat Satgas Covid-19 tadi pagi, dan diputuskan agar mulai siang ini pasar ditutup selama tiga hari kedepan. Ini semua dilakukan untuk menyelamatkan nyawa manusia bukan untuk kepentingan Pemda, semoga kita semua terhindar dari Virus Corona,"pungkas sekda seraya mengimbau untuk tetap gunakan masker,jaga jarak dan rajin mencuci tangan.(Rudi)

Jumat, September 11

Longsor Jalinbar Batu Keramat Berhasil DiBersihkan Tim Gabungan, Kendaraan Sudah Bisa Melintas

Longsor Jalinbar Batu Keramat Berhasil DiBersihkan Tim Gabungan, Kendaraan Sudah Bisa Melintas


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Jalan lintas Barat (Jalinbar) Batu Keramat lumpuh total akibat tertutup material longsor yang terjadi pada pukul 10:30 tadi, yang mengakibatkan jalur kendaraan dari arah Kotaagung-Gisting dan sebaliknya tak bisa untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Jumat,11/09/2020.

Tim Gabungan terlihat berjibaku untuk membersihkan longsor tersebut, seperti anggota BPBD Tanggamus, pihak kepolisian, TNI, Dishub. Lalu ada satu unit excavator yang bekerja membersihkan material longsoran dari jalan dan dibantu dengan 1 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk membersihkan bahu jalan dari sisa-sisa material tanah yang bercampur dengan lumpur.


Kemudian tepat pada pukul 12:05 wib, material tanah longsor yang menutupi bahu jalan di jalinbar batu keramat tersebut, telah berhasil di singkirkan  dari bahu jalan oleh tim gabungan, dan kendaraan roda dua dan roda empat, serta truk - truk besar yang sempat terjebak oleh kemacetan ini, sudah diperbolehkan melintas dan dilalui oleh semua jenis macam kendaraan dari kedua arah secara bergantian oleh petugas keamanan yang berjaga dan mengatur arus lalulintas serta menghimbau masyarakat agar tetap berhati-hati membawa kendaraannya.

Kepala Pelaksana BPBD Ediyan M. Thoha melalui Kasi Kedaruratan Budi mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 10.30. wib, berdasarkan laporan dari Pj. Kepala Pekon Batukeramat, menanggapi laporan tersebut pihaknya langsung menuju ke lapangan serta mengerahkan satu unit kendaraan alat berat excavator, untuk mengurai material longsor.

"Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengurai material longsor berupa tanah dan Alhamdulillah sekira 30 menit badan jalan sudah mulai bisa dilintasi kembali, nantinya median jalan ini tetap kita bersihkan dari sisa longsor menggunakan damkar,"kata Budi.

Sementara itu, Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono menyampaikan personil gabungan dikerahkan untuk mengurai kemacetan maupun membantu membuka median jalan yang tertutup material longsor, ia menjelaskan median jalan yang tertutup longsor sepanjang kurang lebih 15 meter.

"Alat berat sudah dikerahkan, dan sekitar pukul 12.00 tadi kendaraan sudah bisa terurai, untuk mengantisipasi kemacetan pasca longsor terjadi, kendaraan mobil kita arahakan sementara waktu ke kantong kantong parkir, salah satunya di jalan perkantoran Pemkab Tanggamus, dan parkiran wisata terjun Way Lalaan,"ujarnya didampingi Danramil Kotaagung Kapten Inf Redi Kurniawan. (Rudi)

Sabtu, September 5

Zet Ependi Dulu Tinggal Di Dapur, Kini Punya Rumah Program BSPS,LKS Alamanda Bantu Kasur Dan Sembako

Zet Ependi Dulu Tinggal Di Dapur, Kini Punya Rumah Program BSPS,LKS Alamanda Bantu Kasur Dan Sembako


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Masihkah kita ingat, dengan berita beberapa waktu yang lalu ada sepasang kakak-beradik di Pekon Kerta Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus, tinggal di dapur tak layak huni selama bertahun-tahun, sebab rumah mereka ambruk karena lapuk dimakan usia serta kondisi keadaan ekonomi pas-pasan, jangankan memperbaiki rumah supaya layak, asal bisa makan itu juga sudah bersyukur bagi Zet Ependi dan adiknya.

Pemandangan cukup berbeda dirumah tersebut sekarang ini, ketika ketua lembaga kesejahteraan sosial (LKS) Alamanda Tanggamus bersama jurnalis media online lampungheadlines.com dan jurnalis televisi lampung, ketika mengunjungi kediamannya, penampakan cukup berbeda setelah mereka mendapatkan salah satu program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan nilainya sebesar 17,5 juta rupiah dari pemerintah kabupaten Tanggamus, saat ini kondisinya tempat tinggal tersebut sudah baik dan dikatakan layak bagi mereka yang telah mendapatkan perhatian dari pemkab Tanggamus. Kamis, 03/09/2020.

Selain itu, ketua LKS Alamanda Tanggamus Roswati Purwantari juga turut mengapresiasi perubahan yang terjadi dengan Zet Ependi sekarang ini, kemudian kedatangan ketua LKS Alamanda Tanggamus ke Pekon Kerta tersebut, selain berkunjung ia juga turut membawa sedikit bantuan untuk mereka sebab, pada saat melakukan kunjungan untuk pertama kali pada saat dahulu, ia berjanji akan memberikan bantuan sebuah kasur, karena melihat ketika itu alas tempat tidur keduanya tak layak dipakai lagi. Dan untuk memenuhi janji tersebut, ia sengaja datang untuk menyerahkan bantuan kasur kepada mereka.

" Pertama kali datang saya lihat tempat tidurnya sudah tak layak lagi untuk dipakai, maka dari itu saya datang kesini lagi, bisa kita lihat perubahannya sudah baik, bapak zet Ependi telah mendapatkan program BSPS dari pemkab Tanggamus, sekarang mereka telah tinggal di rumah yang layak dari pemerintah dan ini pastinya sangat bermanfaat sekali bagi mereka,"jelasnya.

Lanjutnya, selain membawa satu buah tempat tidur seperti kasur, LKS alamanda juga memberikan kain spray untuk kasur tersebut, kemudian ada dua buah celana Training dan pakaian jaket untuk keduanya kenakan sehari-harinya, ada juga paket sembako yang berisi beras, susu, minyak, gula, dan lain sebagainya, sebagai bentuk perhatian LKS Alamanda kepada masyarakat yang tak mampu khususnya mereka penyandang disabilitas.

" Kami akan selalu hadir dan membantu kepada masyarakat yang tak mampu dalam hal ekonomi, terlebih mereka penyandang disabilitas, bantuan yang kami berikan selama ini merupakan dari para donatur yang ingin membantu, banyak juga dari bantuan-bantuan ini program bantuan dari dinas sosial lampung serta pihak-pihak terkait lainnya, semua upaya ini kami lakukan demi melihat masyarakat tak mampu atau penyandang disabilitas dapat menikmati kehidupan layak dan normal seperti orang lain pada umumnya,"ucap Ros.

Ia mengharapkan kepada zet Ependi yang telah menerima banyak perhatian dari pemerintah daerah maupun LKS Alamanda, agar kiranya dapat memanfaatkan bantuan yang telah diterimanya, dan terpenting juga dapat menjaga dan merawat rumah ini dengan baik.

" Saya lihat barusan, pak zet Ependi masih tidur di kasur yang lama, setelah ada kasur ini ia dapat merasakan tidur yang nyaman. Dan pesen saya, rumah ini sebentar lagi selesai hanya tinggal memasang pintu saja, apabila pintu telah dipasang segera pindah ya pak ke kamar yang barunya, rumahnya sekarang sudah bagus kok,"tandas Roswati.

Sementara itu Zet Ependi turut menyampaikan ribuan terimakasihnya kepada pihak yang telah membantu dirinya, terutama kepada pemkab Tanggamus dan LKS Alamanda yang telah peduli kepadanya, sehingga ia saat ini telah mendapatkan sebuah rumah baru untuk tempat tinggalnya, dan juga kepada awak media yang juga turut membantu dan menyampaikan sebuah informasi berita sehingga ia mendapat menjalani serta tinggal dengan tenang dan layak.

" Saya ucapkan ribuan terimaksih kepada Pemkab Tanggamus atas program bantuan BSPS ini, juga kepada LKS Alamanda yang sedari awal juga telah membantu apa lagi ditambah sekarang membawa kasur tempat tidur dan lain sebagainya, ini mungkin tak akan mampu saya balas, namun saya mendoakan kepada semua pihak yang telah membantu hanya Allah SWT yang dapat membalasnya, saya akan senantiasa selalu merawat dan memanfaatkan apa yang telah saya terima ini dengan sebaik-baiknya, sekali lagi terimaksih banyak,"ungkap zet Ependi dengan haru. (Rudi)

Senin, Agustus 31

Sepakat, Sengketa Air Bersih Pekon Batu Keramat Selesai Secara Musyawarah

Sepakat, Sengketa Air Bersih Pekon Batu Keramat Selesai Secara Musyawarah


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Ratusan Masyarakat Pekon Batu Keramat Kecamatan Kotaagung Timur menggelar musyawarah bersama, inisiatif pertemuan ini diambil langsung Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanggamus, guna menyelesaikan kisruh permasalahan proyek air bersih di mata air terhadap pemasangan pipa baru untuk PDAM agar dapat dikabulkan Dinas PUPR Tanggamus. Senin, 31/08/2020.

Hal itu diputuskan dalam pertemuan untuk penyelesaian keberatan warga terhadap pemasangan pipa jaringan baru sebesar enam inci yang menambah jaringan lama tiga inci.

Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga, hadir juga wakil ketua III Kurnain, dari fraksi PDI-P M. Nouval, Fraksi PKS Marini Sari Utami, kemudian dari dinas PUPR seperti Kabid CK Irvan Wahyudi, Kabid pengairan Dhani riza efriansyah, Kabid bina program, direktur PDAM, PJ Kakon batu keramat, Babinsa, Babinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.

Inisiatif ini diambil DPRD, Sebab surat keberatan warga Pekon tersebut, salah satunya ditujukan ke DPRD Tanggamus. Maka sebagai wakil rakyat akhirnya beberapa anggota dewan minta untuk di  adakan pertemuan guna penyelesaian agar tak terjadi hal-hal tak di inginkan.

"Dari pertemuan ini akhirnya menghasilkan kesepakatan dan semua pihak sama-sama bisa menerima hasilnya tadi," kata Irwandi.

Poin-poin tersebut adalah hasil kesepakatan dan jalan tengah karena semula warga menolak sama sekali adanya pemasangan pipa baru. Cukup pipa ukuran tiga inci saja yang sudah ada selama ini.

Poin pertama, pembatalan pemasangan pipa baru dari rencana enam inci menjadi empat inci. Lalu pipa tiga inci yang selama ini ada, diberikan ke warga. Maka ke depan jatah PDAM pipa empat inci.

"Poin berikutnya PDAM melibatkan warga untuk pengaturan pembagian air, tapi ini masih dikaji dasar aturannya," ujar Irwandi.

Poin berikutnya, Dinas PUPR harus membuat penampungan air seperti bendungan atau embung, nantinya PDAM mengambil air dari tempat tersebut termasuk pengambilan air selanjutnya.

Dinas PUPR harus membuat jaringan untuk mengaliri dua RT di Pekon Batu Keramat karena selama ini belum mendapat aliran air bersih.

Selanjutnya Kurnain juga menambahkan, pembuatan penampungan air atau bendungan harus terlaksana paling cepat 2021. Itu sebagai komitmen Dinas PUPR menyelesaian masalah ini.

"Kalau kami sebagai legislatif sepakat berkomitmen tahun depan sudah ada rencana pembuatan bendungan untuk tempat penampungan air," ujar Kurnain.

Irwandi dan Kurnain juga mengkritisi pemerintah daerah agar saat miliki program disosialisasikan dan minta persetujuan masyarakat. Sehingga tidak menghambat ketika seharusnya program tersebut terlaksana.

Sedangkan dasar penolakan warga Pekon Batu Keramat, didasari riwayat sejarah pekon, kondisi dan kelestarian mata air yang harus dijaga sebab harus diwariskan ke anak cucu, kebutuhan warga selama ini.

Menurut Somad, Ketua Badan Perhimpunan Pekon, cikal bakal adanya Batu Keramat sejak tahun 1929. Saat itu mulai diupayakan seseorang bernama Masduk dan jadi salah satu dusun dari Pekon Kagungan.

Lalu tahun 1971, Batu Keramat menjadi daerah susukan dan akhirnya menjadi pekon definitif. Dan termasuk salah satu 10 pekon di Kecamatan Kota Agung untuk modal pemekaran menjadi Kabupaten Tanggamus.

"Seiring berdirinya Kabupaten Tanggamus, warga Pekon Batu Keramat mendukung lahirnya kabupaten dengan mengizinkan adanya aliran untuk perkantoran Pemkab Tanggamus dan tanpa minta kontribusi," kata Somad.

Ia mengaku, namun kenyataannya, bukan hanya untuk perkantoran saja, tapi juga untuk PDAM. Dan PDAM membebankan tarif ke pelanggan. Sedangkan PDAM tidak berikan kontribusi ke Pekon Batu Keramat.

"Untuk pertanian, air di Batu Keramat digunakan untuk sawah pada beberapa pekon di Kota Agung Timur. Untuk pariwisata, air Batu Keramat jadi sumber Way Lalaan yang selama ini sebagai aset wisata," kata Somad.

Ia menambahkan, sebagai solusi atas penolakan warga, maka Dinas PUPR harus membuat bendungan. Itu untuk menampung air agar lokasi mata air tetap terjaga dan warga selama ini tetap bisa kebagian air.

"Jangan sampai mata air di Batu Keramat jadi legenda bagi warganya sendiri. Kami yang memiliki tapi kami beli airnya. Prinsip kami selama air bisa dimanfaatkan silakan tapi jangan dijual," ujar Somad.

Selanjutnya, Masranto, tokoh masyarakat menyatakan, jika Pekon Batu Keramat mau membuat peraturan pekon bagi mata air maka pendapatan pekon ini lebih tinggi dari pendapatan daerah.

"Silakan hitung saja Rp 200 perkubik dikalikan debit yang keluar. Pekon kami pasti kaya tapi kami tidak mau memberikan tarif air dari mata air. Untuk itu hargai kami, karena kami juga sudah berikan yang baik untuk semuanya," kata Masranto.

Hal itu menjawab pernyataan PDAM jika pihaknya tidak memberikan kontribusi. Sebab mata air Batu Keramat tidak jelas statusnya, dan harus ada peraturan pekon untuk itu.

Sebelumnya Andi Kholil dari perwakilan PDAM Way Agung mengaku, pihaknya belum bisa berikan kontribusi karena status mata air dari Pekon Batu Keramat tidak jelas status kepemilikannya.

"Untuk kontribusi belum bisa jawab. Jika itu milik pekon maka harus ada dalam peraturan pekon," ujar Andi. (Rudi)

Senin, Agustus 17

Inalilahi, Kadis Koperindag Wafat Usai Ikuti Upacara HUT RI ke 75

Inalilahi, Kadis Koperindag Wafat Usai Ikuti Upacara HUT RI ke 75


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Inalilahi wainailaihi rojiun kepala dinas (Kadis) Koperasi, perindustrian perdagangan dan UMKM Tanggamus wafat usai mengikuti upacara HUT RI ke 75 di lapangan pemkab setempat. Senin, 17/08/2020.

Dikatahui, usai mengikuti l upacara HUT RI ke 75, almarhum Mairosa Lutfi Syarief diketahui menuju toilet di sekretariat kantor bupati Tanggamus, dan langsung terjatuh di dalam kamar mandi tersebut, yang ditemukan oleh Kepala Dinas P3A Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tanggamus, Edison. Awalnya, Edison curiga ada kamar mandi yang pintunya terkunci dari dalam dan durasinya cukup lama. Sehingga ia berinisiatif memanggil salah satu petugas kebersihan di sekretariat itu.

Setelah pintu berhasil dibuka paksa dari luar, ternyata tubuh Mairosa tergeletak di dalam kamar mandi. Sehingga tubuh almarhum langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung.

Kabar kembali berhembus, di salah satu grup milik Humas Pemkab Tanggamus, yang menyatakan bahwa almarhum telah meninggal dunia di rumah sakit plat merah milik Pemkab Tanggamus. Lalu hal ini juga dibenarkan salah satu pejabat yakni kepala Bappelitbang Hendra Wijaya Mega.

" Innalillahiwaunailaihirrojiun, telah meninggal dunia sahabat kita kepala Diskoperindag Mairosa di RSUD Batin Mangunang Kotaagung, kabarnya almarhum terkena stroke dan mempunyai riwayat penyakit darah tinggi dan diabetes,"ungkap Hendra melalui pesan WhatsAppnya.

Hingga berita ini di muat, belum ada kabar lanjutan dari kejadian ini, tersiar kabar bahwa jenazah almarhum akan dibawa ke bandar Lampung untuk proses pemakaman disana. (Rudi)

Rabu, Agustus 12

2 Ketua PPK Jadi Tersangka, Kasus Pemotongan Dana Operasional KPPS Oleh Kejari Tanggamus

2 Ketua PPK Jadi Tersangka, Kasus Pemotongan Dana Operasional KPPS Oleh Kejari Tanggamus


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus akhirnya menetapkan dua tersangka pemotongan dana operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu. Rabu, 12/08/2020.


Ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus David P. Duarsa,SH,.MH melalui Kasi Intelijen M. Riska Saputra.,SH.MH, didampingi Kasi Pidsus Arinto Kusumo,SH yang menggelar ekspose di hadapan puluhan awak jurnalis dari media online, Cetak, dan Televisi, di halaman kantor kejaksaan Negeri setempat.

Menurut Kasi Intel M. Riska Saputra, adapun yang di tetapkan sebagai tersangka terkait permasalahan pemotongan dana operasional KPPS tersebut berjumlah dua orang, yakni ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gunung Alip atas nama Belly Afriansyah dan Ketua PPK Kecamatan Limau Rustam, keduanya ini mulai dilakukan penahanan oleh pihak kejaksaan negeri, mulai terhitung pada tanggal 12 - 31 Agustus 2020.

" Keduanya dilakukan penahanan terkait pemotongan dana KPPS di kecamatan Gunung Alip dan Limau, penahanan keduanya ini berdasarkan dua alat bukti dan keterangan saksi-saksi yang telah kita periksa, dan secepat mungkin akan kita limpahkan ke pengadilan untuk dapat segera dilakukan proses selanjutnya yaitu persidangan. Untuk Secara global kerugian Negara dan atas dasar hitungan BPKP senilai RP. 130.09500.00,-,"Ungkapnya.

Adapun pasal yang telah dilanggar, keduanya telah melanggar pasal 2 dan 3 undang-undang Tipikor 1999, dan diancam dengan hukuman maksimal 20 (Duapuluh) Tahun. Penyebab Lamanya Proses penyelidikan dan penyidikan pemotongan dana operasional KPPS tersebut oleh Kejari Tanggamus, sebab pihaknya menunggu penghitungan nominal angka kerugian negara yang dilakukan oleh BPKP Lampung.

" Kita lihat perkembangan untuk selanjutnya bagaimana proses ini akan dilaksanakan, jika memang nantinya dari fakta-fakta saat proses persidangan ada keterlibatan pihak-pihak terkait akan kita ungkap disitu, kemungkinan adanya penambahan tersangka lainnya, proses penyelidikan, penyidikan dan perkembangannya, sebab bakal terus berlanjut,"Jelasnya.

Kemudian, untuk penerapan protokol kesehatan covid 19 bagi keduanya, pihak Kejaksaan Negeri telah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi keduanya dengan melibatkan dinas kesehatan dan rumah sakit umum daerah batin mangunang kotaagung (RSUDBM).

" Kita periksa kesehatan dengan melakukan test rapid, hasil test bagi keduanya dinyatakan negatif covid 19,"tandasnya.(Rudi)

Selasa, Agustus 11

LKS Alamanda Dan Anggota DPRD Tanggamus berikan Bantuan Sembako dan Uang Tunai Untuk Jumantara Di Pekon Negeri Ratu

LKS Alamanda Dan Anggota DPRD Tanggamus berikan Bantuan Sembako dan Uang Tunai Untuk Jumantara Di Pekon Negeri Ratu


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Bantuan Pemkab tak jua datang, akan tetapi masih ada mereka yang terketuk hatinya untuk menolong Jumantara Warga Pedukuhan Way Jelai Pekon Negeri Ratu Kecamatan Kotaagung tersebut.

Bantuan tersebut datang dari LKS Alamanda Tanggamus yang di kelola Roswati Purwantari, yang iba melihat kondisi kehidupan salah satu keluarga di Pekon negeri ratu tersebut, bekerjasama dengan jurnalis online Lampungheadlines.com, ia pun turut memberikan bantuan berupa paket sembako untuk membantu meringankan sedikit beban mereka. Selasa, 11/08/2020.

" Paket sembako ini, berisi beras 10 kg, susu, kecap botol, gula putih, dan lain-lainnya, dan saya dengar juga istrinya mau melahirkan hanya dalam hitungan hari, maka dari itu kita berikan juga Selimut dan perlak bayi, saya disini hanya berupaya untuk membantu sesuai dengan kemampuan, apa yang bisa kita bantu untuk keluarga ini,"jelasnya.

Lanjutnya, hari ini juga Jumantara turut menerima bantuan dari wakil ketua I DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga, guna ikut berpartisipasi guna membantu meringankan beban keluarga tersebut, nominal angka memang tak seberapa, dan mudah-mudahan bisa dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan sehari-hari.

" Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga tersebut, jika bukan kita siapa lagi yang akan memperhatikannya, sekecil apapun bantuan itu pasti akan sangat membantu lehidupan mereka,"tandasnya.

Sementara itu, Jumantara turut mengucapkan terimaksih yang sebanyak-banyaknya kepada LKS Alamanda Tanggamus dan anggota DPRD Tanggamus atas perhatian serta kepeduliannya, meskipun mereka tak hadir atau datang secara langsung, yang pasti bantuan ini memang sangat di harapkan olenya, sejak covid 19 merebak, penghasilan sebagai tukang ojek pun terkena imbas, alhasil sepeda motor sebagai alat pencari rejeki ini pun ikut terjual demi memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.

" Terimaksih Kepada Ketua LKS Alamanda Tanggamus Ibu Roswati Purwantari dan anggota DPRD Tanggamus Bang Irwandi Suralaga yang telah memberikan bantuan ini kepada saya, bantuan ini akan kami pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk keluarga saya, sekali lagi terimakasih,"pungkasnya. (Rudi)

Kamis, Agustus 6

Banjir dan Tanah Longsor Semaka, Rendam 1.214 Hektar Areal Tanam Pertanian, Catur: Kita Upayakan Bantuan

Banjir dan Tanah Longsor Semaka, Rendam 1.214 Hektar Areal Tanam Pertanian, Catur: Kita Upayakan Bantuan


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Musibah Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang di kecamatan semaka malam, mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat, selain materi dan harta benda, salah satunya adalah  di sektor pertanian, seperti lahan persawahan masyarakat juga banyak yang mengalami dampak cukup parah. Rabu, 05/08/2020.

Untuk itu Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus langsung melakukan pendataan ke areal lahan persawahan punya masyarakat yang terkena dampak dari terjangan banjir bandang dan tanah longsor itu.

Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus Catur Agus Dewanto mengatakan bahwa, untuk kecamatan semaka yang areal persawahannya terkena dampak ada sebanyak 12 Pekon seperti, Pekon kacapura, Sukajaya, Sidodadi,  Garut, Karang Rejo, Sukaraja, Bangun Rejo, pardawaras, Way Kerap, Sidokaton, Kanoman dan Tugu Rejo.

" Data sementara untuk total keseluruhannya areal lahan persawahan masyarakat Semaka yang terkena dampak akibat banjir bandang dan tanah longsor tersebut, data areal persawahan yang terkena banjir ada sekitar 420 hektar dari 1.214 hektar areal tanam,"Ucap Catur.

Selain itu juga Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus melalui UPTD PUSKESWAN  juga sedang mendata apakah ada hewan ternak (khususnya sapi, kerbau dan kambing) yang mati akibat bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah kecamatan semaka ini.

Lanjutnya, besok (hari ini,06/08/20) Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus, akan kembali langsung menerjunkan tim terdiri dari POPT, Penyuluh dan Kepala UPTD serta dari tim pertanian kabupaten Tanggamus ke kecamatan Semaka.

Sebab, tim kembali hari ini turun, untuk mempetakan dan mendata kembali areal lahan - lahan pertanian milik masyarakat, yang mana kemungkinan belum masuk serta terdata oleh Tim pertanian yang diterjunkan ke lapangan.

" Nantinya akan ditentukan tingkat kerusakan dahulu, kemudian kita akan berupaya mencoba membantu mereka, sebagai antisipasinya kami Dinas pangan dan pertanian Tanggamus akan mencari bantuan-bantuan ke provinsi, minimal  nanti bisa mendapatkan bantuan berupa benih bibit padi dan akan nantinya dibagikan ke masyarakat disana, khusus areal lahan pertanian milik warga yang mengalami dampak dari banjir bandang dan tanah longsor ini,"tandanya. (Rudi)

Selasa, Juli 21

Tokoh Pemuda Gisting Dan Masyarakat Swadaya Bangun Rumah Mbah Sarmen

Tokoh Pemuda Gisting Dan Masyarakat Swadaya Bangun Rumah Mbah Sarmen


Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Masyarakat Blok 26 Pekon Gisting Permai Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus melakukan kegiatan gotong Royong secara swadaya pembangunan rumah Sarmen atau akrab di sapa Peyang warga setempat agar dapat di huni dengan layak. Selasa,21/07/2020.


Siapa yang tak tergerak hatinya, jika mata selalu di hadapkan setiap harinya, untuk melihat sesuatu hal dengan kondisi pemandangan yang bisa di bilang cukup memilukan, rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama ini yang membuat warga bahu-membahu berupaya memberikan sesuatu, mau itu materi maupun tenaga yang setidaknya dapat meringankan beban Mbah Sarmen.

Sebelumnya, rumah yang di tempati Mbah Sarmen atau Peyang ini sungguh tidak layak huni, ini dibuktikan dengan foto-foto yang diberikan kepada media online Lampungheadlines.com rumah tersebut sebelum dilakukan pembedahan oleh warga sekitar, seperti papan yang cukup lapuk, kemudian dinding terbuat dari anyaman bambu yang sudah usang, menandakan bahwa usia rumah ini memang  sudah cukup lama, bahkan sedikit agak miring seperti hendak roboh, jika melihatnya membuat jiwa kita meronta-ronta.

Namun, hal ini tak akan lagi dirasakan oleh Mbah Sarmen, sebab puluhan masyarakat berkumpul menjadi satu untuk membongkar rumah tersebut, karena rencananya warga melakukan pembangunan ini secara swadaya, dari mulai material bangunan dan biaya pembuatan rumah ini sampai dengan selesai, setidaknya Mbah Sarmen dapat merasakan ketika menempati rumahnya menjadi lebih nyaman, aman dan layak untuk di huni.

" Saya disini turut serta membantu dalam bentuk bahan material bangunan juga tenaga semampunya, sebab ini bukan program pemerintah, dahulu rumah ini sangat tak layak, dan bersama masyarakat kami melakukan swadaya untuk membangun rumah Mbah Sarmen agar layak  di tinggali olehnya,'' ungkap Tokoh Pemuda Gisting Agung Setyo Utomo,ST.,MM.

Lanjut yang juga wakil ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tanggamus ini, tidak ada barang berharga di dalam rumah ini, apa lagi di katakan mewah, ruang tidur serta pakaian berkumpul jadi satu, serta kondisi rumah yang bisa dibilang reyot serta lantai beralaskan tanah, ini di khawatirkan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan yang bersangkutan, melihat itu semua, maka masyarakat berinisiatif melakukan swadaya mau itu membantu material maupun tenaga.

" Dan hari saya bersama masyarakat sedang memasang batu sebagai pondasi rumah agar kuat, semoga Mbah Sarmen atau Peyang ini selalu diberikan kesehatan, Kita ini sama-sama manusia, sudah sepatutnya berbuat baik dan saling tolong-menolong. Kita saling bersinergi, membantu orang-orang disekitar kita yang membutuhkan bantuan," tandas Pengusaha Muda ini. (Rudi)