Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 18

Anggota Komisi X DPR RI M. Kadafi dan Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin hadiri Workshop Pendidikan

Anggota Komisi X DPR RI M. Kadafi dan Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin hadiri Workshop Pendidikan



Bandar lampung – Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi dan Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menghadiri Workshop Pendidikan di Hotel Radisson, Rabu (17/11/2021).


Dalam kesempatan ini, M. Kadafi mengatakan, akan mendorong tenaga honorer agar diangkat menjadi PPPK.

Alasanya, Tahun 2022 adalah masa dimana pensiun guru terbanyak di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.


Namun, lanjut Kadafi, tetap memperhatikan kualitas dan kompetensi yang sesuai dengan standarisasi tenaga pendidik.


Saat dikonfirmasi tantang Era Society 5.0, Kadafi mengatakan akan memperbaiki sistem agar kedepan program – program menjadi lebih baik.


“Kita pahami ada kebocoran Big Data, namun akan kita perbaiki dengan ahli kita agar membuat program yang terprotek dan membuat semakin nyaman dalam mengembangkan Revolusi Industri 4.0,” kata dia.


Sementara, Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin meminta tenaga pendidik di kota tersebut untuk terus mengembangkan inovasi dunia pendidikan dengan memanfaatkan teknologi tanpa menghilangkan kearifan lokal.


“Tenaga pendidik harus kreatif, inovatif, terus berpegang kearifan lokal dan menerapkan keteladanan dengan budi pekerti, dan serta memanfaatkan teknologi yang terus berkembang,” kota metro juga sedang mengembangkan program GEMERLANG. Kepanjangan dari Generasi Emas Metro cemerlang ungkap Wahdi.


Ia mengatakan, sesuai dengan Roadmap Indonesia emas tahun 2045, Metro harus mampu menyiapkan sumber daya manusia (SDM).


“Apalagi kita akan menghadapi bonus demografi, jadi harus dipersiapkan sdm yang kreatif dan inovatif, ini jangan disiasiakan,” ujar dia.


Ia menyatakan, perkembangan pendidikan saat ini sesuai dengan visi dan misi Metro yaitu “Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya.


“Tertera pada poin 1 pendidikan yang berdaya saing di tingkat nasional dan global,” tandasnya. 

(Bust)

Rabu, November 17

Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona apresiasi kegiatan workshop Pendidikan

Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona apresiasi kegiatan workshop Pendidikan

BANDARLAMPUNG,- Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona mengapresiasikan kegiatan workshop Pendidikan yang bertema "Penguatan Standarisasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dalam Upaya Penjaminan Mutu Pendidikan" yang dilaksanakan di Hotel Radison, Selasa (16/11).


Ia mengucapka Terima kasih ,atas inisiatif  kementerian Pendidikan dan Kebudaan juga apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi  dengan kegiatan tersebut dapat beraudiensi dengan guru-guru dan Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Pesawaran.


"Yang hadir ada sekitar 150 Kepala Sekolah dan Dewan Guru ini adalah salah satu bentuk program yang luar biasa, dikarenakan hampir 2 tahun guru ini mengalami perubahan skema dalam pengajaran nya," ujar Dendi.


Kemudian, ia mengatakan saat ini Pesawaran sudah mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jadi butuh sentuhan-sentuhan dari Kementerian dan DPR RI terkait Upgradeing dalam bagaimana standarisasi kedepannya dengan adanya proses pembelajaran paska pandemi covid ini.


Menurut dia, dengan adanya workshop pendidikan ini tentunya akan di bahas dan dibedah bersama agar dapat mengeluarkan solusi yang terbaik dalam meningkatkan standarisasi pembelajaran di kabupaten pesawaran


"Alhamdulillah, di kabupaten pesawaran sudah mayoritas zona hijau dan rata-rata PTM ini sudah di mulai di semua sekolahan-sekolahan, jadi kegiatan workshop ini lah yang menjadi persiapan dalam memahami kondisi dinamika pasca pandemi covid-19," kata Dendi.


Di tempat yang sama, DPR RI Komisi X Muhammad Kadafi mengatakan bahwa, di Kabupaten Pesawaran sudah ada 3 guru penggerak yang nantinya pasti akan didorong agar guru penggerak bisa meningkat di kabupaten Pesawaran.


"Jadi kita berharap nantinya di kabupaten Pesawaran itu ada banyak guru penggerak agar program-program dari sekolah penggerak semakin berkualitas," tutup dia.( IP )

Senin, November 1

 Kadafi Buka Secara Langsung Kegiatan Workshop Pendidikan

Kadafi Buka Secara Langsung Kegiatan Workshop Pendidikan

Bandar Lampung – (1/11/2021) Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H.,M.H. membuka secara langsung kegiatan Workshop Pendidikan dengan tema “MBS Sebagai Wujud Gotong Royong Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar” yang dihadiri 150 Kepala Sekolah dan Guru di Bandar Lampung.


Turut hadir juga Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Dirjen Pendidikan Dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jumeri, S.TP., MSI, Anggota Komisi X DPR RI Dapil Lampung 1 DR.H.Muhammad Kadafi. S.H., M.H.


Lanjut setelah acara workshop dibuka acara dipandu langsung oleh moderator untuk mengenalkan para pemapar pemateri di workshop Pendidikan yaitu dari Dosen FKIP Universitas Lampung Suroto.S.pd.,M.pd, Akademisi/Dosen Universitas Lampung Dr. M. Iwan Satriawan.S.H.,M.H , Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Hj. Eka Afriana. S. Pd.



Suroto selaku salah satu fasilitator pada kegiatan workshop tersebut mengungkapkan, harapan dari pemateri atas digelarnya kegiatan tersebut, Kepala Sekolah dan Guru yang ikut pada kegiatan tersebut dapat menjadi panggerak kemajuan pendidikan di Kota Bandar Lampung nantinya.


Kegiatan berjalan lancar dengan dibuka oleh tarian dan pemaparan gagasan dari Dr. H. Muhammad Kadadi, S.H., M.H yang juga merupakan Keynote Speaker dalam kegiatan tersebut. (*)

Senin, September 20

GP Ansor Tanggamus Ikut Berang, Akun ASN Pemprov Lampung diduga Hina Banser

GP Ansor Tanggamus Ikut Berang, Akun ASN Pemprov Lampung diduga Hina Banser

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tanggamus ikut meradang, terkait postingan di media sosial Facebook oleh akun atas nama Rendi Djumantoro yang diduga menghina Organisasi Ansor Banser NU, dan diketahui oknum tersebut merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Lampung. Senin,20/09/2021.

Ketua PC GP Ansor Tanggamus Zulki Qurniawan mengatakan bahwa, ia cukup menyayangkan atas sikap dari oknum ASN tersebut, yang melakukan ujaran kebencian di media sosial, terlebih ia merupakan ASN yang mengerti estetika dan moral. 

" Seharusnya jika oknum itu tak mengetahui tentang organisasi Ansor dan Banser ini, tak usahlah disebarkan apa lagi di media sosial (Medsos), jaga sikap dan perilaku terlebih dia seorang ASN, yang mengerti aturan, "Tegas Zulki.


Dalam unggahan yang di posting oknum ASN tersebut, kata Zulki, sangat jelas tertulis " “Bisa Bacakan… banserep BANSEREP dengan dilengkapi gambar beratribut loreng dengan disertai tulisan yang tidak pantas dan sangat menyinggung perasaan para anggota Organisasi BANSER. 


" Untuk selanjutnya, kami khususnya PC GP Ansor Tanggamus serta Ansor dari Kabupaten lain di Lampung merasa tidak terima dengan unggahan yang dilakukan oleh Oknum ASN Rendi Djumantara di akun media sosialnya. Kami akan berkordinasi dengan PCNU Tanggamus dan PW Ansor Lampung, guna mengambil sikap dan langkah yang harus diambil oleh Organisasi Banser serta Ansor,"tutup Ketua Fraksi di DPRD Tanggamus dari Fraksi PKB tersebut.(Rudi)

Kamis, September 16

FPII Lampung Siap Gelar Demo, Buntut Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Oknum Ketua DPRD Lampura

FPII Lampung Siap Gelar Demo, Buntut Kekerasan Terhadap Wartawan Oleh Oknum Ketua DPRD Lampura

Bandar Lampung, www.lampungheadlines.com - Kasus dugaan pemukulan seorang Wartawan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Lampung Utara, Romli yang terjadi pada Rabu,15/9/21 kemarin, mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Organisasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Provinsi Lampung. Kamis, 16/09/2021.


Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua FPII Setwil Provinsi Lampung, Aminudin, SP, FPII dalam hal ini mengutuk keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang Pimpinan di Lembaga Wakil Rakyat di Kabupaten Lampung Utara tersebut.


" Bila informasi yang saya peroleh ini benar, bahwa wartawan dipukul oleh Ketua DPRD di Gedung Wakil Rakyat, ini sangat memalukan. Dan tidak bisa dianggap sepele," ucapnya saat diminta tanggapan atas beredarnya berita di media online atas kejadian tersebut.


" Sangat disayangkan seorang anggota Dewan, apa lagi jabatannya sebagai Ketua DPRD berulah seolah preman. Jangan jadi preman berdasilah," ujarnya di Kantor Sekretariat FPII Setwil Provinsi Lampung, Jln. Pulau Tegal, Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung.


Lanjut Aminudin, seorang wakil rakyat harusnya jadi panutan dan memberi contoh yang baik. Apalagi kepada wartawan yang merupakan Mitranya.


Pria yang sering disapa Amie Kancil ini juga mengingatkan, apa beliau tidak menyadari kalau jabatan yang sedang diamanahkan masyarakat kepadanya saat ini sebagai pejabat publik yang sudah seharusnya melayani semua aspirasi masyarakat baik secara langsung maupun aspirasi masyarakat melalui media.


" Saya berharap oknum anggota dewan ini segera sadar bahwa semua kegiatannya tidak terlepas dari kerja Jurnalis agar informasi atau kegiatannya dapat sampai kepada publik," ungkapnya.


Ia juga menghimbau kepada masyarakat maupun Partainya dapat mempertimbangkan Oknum Ketua Dewan ini bila dirinya ingin mencalonkan diri kembali.


Terkait laporan korban pemukulan kepada pihak penegak hukum, Aminudin berharap dapat segera ditindaklanjuti oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Penegak hukum harus objektif, tidak pandang bulu, siapapun termasuk yang melakukan tindakan yang melanggar hukum harus diberi ganjaran, tidak terkecuali sekalipun pelaku oknum Ketua Dewan. Karena warga Indonesia sama kedudukannya di hadapan hukum.


Tambah Aminudin, Forum Pers Independent Indonesia ( FPII ) Provinsi Lampung akan ikut mengawal proses hukum oknum Ketua DPRD Lampung Utara ini.


"Kita percayakan kepada  Polres Lampung Utara untuk segera memprosesnya. Tapi bila nanti dalam proses hukumnya lambat  kemungkinan kita selaku organisasi Pers FPII yang punya moto "Garda terdepan membela Jurnalis" tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi/demo," jelasnya.


" Harapan saya, korban (wartawan -red) dan Organisasi Pers yang menaunginya tetap memproses kasus ini, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya,  kekerasan terhadap jurnalis menimpa salah seorang wartawan media harian online, sumatera.com, Afriantoni, di Kabupaten Lampung Utara. 

Dari Informasi yang ada, pelakunya Ketua DPRD Lampung Utara Romli. Berikut kronologis Kejadiannya. Efriantoni, warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, menjelaskan sebelum dia dianiaya di ruang Fraksi Partai PAN, Gedung DPRD Lampung Utara di Jalan Sukamo Hatta, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, dirinya sedang dengan bersama salah seorang anggota Dewan di halaman depan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Utara.


Saat itu, Efriantoni kemudian dipanggil oleh Romli, Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara. Romli mengajak Efriantoni masuk ke ruangan Fraksi PAN. Kemudian mereka terlibat cekcok mulut. Sejurus kemudian pelaku langsung memukul wajah korban hingga beberapa kali, kemudian korban dipisah oleh ajudan Romli yang bernama Heri serta beberapa pegawai Honorer di Kantor DPRD. Rabu (15/09/2021) sekira pukul 13.20 WIB


Korban (Afriantoni - red) kemudian melaporkan kasus tersebut Ke Polres Lampung Utara dengan bukti laporan polisi LP Nomor: STPL/B-1/976/IX/2021/SPKT/Polres Lampung Utara/Polda Lampung, tanggal 15 September 2021.


”Aksi pemukulan itu terjadi di ruang fraksi PAN dan halaman kantor DPRD Lampura. Akibat pemukulan itu, saya mengalami luka memar pada bagian wajah dan mata sebelah kanan. Saya sudah lakukan visum untuk selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polres Lampura,” kata Efriantoni.


"Setelah itu saya pergi ke ruang wartawan. Dan saat itu saya bertemu dengan pelaku kembali, saya dirangkul sama pelaku, kemudian saya dipukul lagi dengan menggunakan tangan satu kali. Atas kejadian ini saya melapor ke Polres Lampung Utara untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Efrianto, yang diterima Ka SPK Polres Lampung Utara, Aipda Hendra Dinata.


Belum diketahui pasti motif hingga terjadi pemukulan tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRD Lampung Utara yang diduga melakukan pemukulan terhadap wartawan, belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi juga belum dapat diperoleh disebabkan nomor ponsel yang bersangkutan non aktif. (RIS)


Sumber : FPII Setwil Lampung.