Selasa, September 7

Warga 'Ngeluh' TPA Kalimiring Ke DPRD Lampung, Bertahun-Tahun Bawa Penyakit, Pemda Minim Perhatian. Azuwansyah: Saya Perjuangkan Hak Mereka!

Tanggamus, www.lampungheadlines.com - Keberadaan dan aktifitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalimiring  di Kecamatan Kotaagung barat dikeluhkan masyarakat, selama bertahun-tahun warga merasakan dampak mulai dari, bau sampah yang menyengat, belum lagi lalat, curut,  nyamuk bahkan aliran sungai pun ikut tercemar sehingga tak bisa lagi dimanfaatkan oleh masyarakat Pekon Kalimiring dan sekitarnya. Selasa, 07/09/2021.

Sebab, dampak penyakit bagi kesehatan warga yang ditimbulkan TPA Kalimiring, tak dibarengi dengan perhatian khusus dan kompensasi bagi masyarakat sekitar TPA dari Pemerintah Daerah Tanggamus, melalui dinas terkait.


Hal ini disampaikan langsung masyarakat Pekon Kalimiring di hadapan Anggota DPRD Provinsi Lampung dapil IV Azuwansyah,S,Ag,MM, dari fraksi PKB ketika hadir melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi warga, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pekon Kalimiring Kecamatan Kota Agung Barat.


Azuwansyah pun sedikit tertegun mendengar keluhan dari masyarakat tersebut, ia pun langsung meminta kepada Pemerintah Pekon dan masyarakat Kalimiring membuat surat yang ditujukan ke Pemprov dan DPRD  Lampung, surat aduan warga ini akan menjadi dasar sebagai pegangannya. Keluhan yang selama ini dirasakan warga sekitar TPA Kalimiring, merupakan masukan sekaligus cambuk baginya untuk memperjuangkan hak-hak milik masyarakat.


" Seharusnya memang ada kompensasi yang diberikan untuk masyarakat, bukan hanya itu saja pihak dinas terkait harus rutin melakukan penyemprotan guna menghilangkan bau menyengat, binatang nyamuk, lalat dan curut/tikus itu sangat berbahaya serta membawa penyakit. Masukan ini sangat berarti bagi kami, saya akan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD Lampung   dan DPRD Tanggamus, saya tunggu surat aduan secara resminya dari masyarakat,"Tegas legislator dari PKB tersebut.


Menurut salah seorang warga setempat, mereka mempertanyakan kompensasi dari dampak penyakit yang ditimbulkan bagi masyarakat sekitar TPA Kalimiring, seperti Pekon Kalimiring dan Dusun Ciawi Pekon Kanyangan, khususnya perhatian Pemerintah Daerah. Dampak penyakit tentunya mengancam kesehatan warga, belum lagi jika aktifitas berlangsung, seperti lalat, bau aroma tak sedap merebak ke pemukiman penduduk.


" Masyarakat yang berada radius 500 meter terkena dampaknya, tentunya mengganggu kesehatan warga, udara iku tercemar bahkan, air sungai Way Awi tak bisa lagi di gunakan masyarakat. Bertahun-tahun kami merasakan dampak dari TPA Kalimiring, apa manfaatnya bagi warga, adakah kompensasi dari pemerintah, Pemkab tak pernah hadir kesini, hanya penyakit yang datang,"Jelas warga.


Sementara itu, menurut Kakon Kalimiring Tanzili Yusuf selaku pimpinan masyarakat, selalu berupaya menanggapi keluhan warganya, pihaknya telah berkali-kali melakukan audensi dengan dinas Lingkungan Hidup, agar supaya sampah tidak tercemar dan berdampak ke masyarakat, berkat aspirasi warga kini  telah dibuat penampungan baru, kemudian sampah telah ditimbun dengan tanah. Namun permasalahan ini tetap panjang dan tak ada habisnya, karena sampah terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga warga tak merasa nyaman, salah satu contohnya apabila sedang ada aktifitas TPA yang tengah mengurai sampah secara otomatis baunya menguap melalui udara, dan sampai ke pemukiman penduduk, belum lagi lalat, nyamuk hingga tikus/curut.


" Pihak Pekon sering kali audensi dengan dinas LH, TPA Kalimiring terlalu dekat dengan pemukiman penduduk, saya berharap ada langkah-langkah dari pemerintah daerah untuk menanggapi keluhan masyarakat, dari banyaknya binatang pembawa penyakit dari sampah busuk di TPA Kalimiring. Jangan sampai ada timbul gejolak di masyarakat serta terjadi hal yang tak kita inginkan kedepannya. Selaku kakon masalah TPA  tidak akan tinggal diam. Sekiranya anggota DPRD Lampung Pak Azuwansyah dan DPRD Tanggamus bisa membantu memberikan solusi bagi masyarakat disini,"Pungkasnya.


Dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah,S,Ag. MM, di dampingi Anggota DPRD Tanggamus dari fraksi PKB Helmi, melaksanakan Reses dan kunjungan silahturahmi sekaligus menyerap aspirasi terkait keluhan dari masyarakat Pekon Kalimiring, khususnya ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang sedang dibangun secara gotong royong oleh warga Pekon Kalimiring.


Legislator dari PKB ini pun turut menyerahkan bantuan dana bagi Pembangunan Ponpes dan sembako berupa beras untuk anak-anak santri di Ponpes Miftahul Ulum. Serta berjanji akan berupaya membantu Ponpes agar kedepan dapat maju dan berkembang, sebab kini sudah ada undang-undang tentang Ponpes sehingga Pemerintah wajib membantu, sebab menurut Azuwan terlebih ponpes Miftahul ulum Pekon Kalimiring sangat besar manfaatnya, selain untuk santri ponpes, juga sering digunakan oleh masyarakat pekon untuk acara pengajian maupun kegiatan keagamaan. (RUDI)


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 Comments: